BORNEONEWS, Barito Selatan - Naiknya harga jual karet getah disambut baik para petani karet di Desa Bundar, Kecamatan Dusun Utara, Kabupaten Barito Selatan (Barsel).
Tanto, seorang petani karet di Desa Bundar mengatakan, dalam tiga hari terakhir harga karet getah naik secara perlahan di angka Rp5.200 hingga Rp 5.700 per kilogram.
Betapa tidak, kenaikan itu disambut baik oleh para petani karet yang berada di Desa Bundar, karena mayoritas masyarakatnya menggantungkan mata pencaharian dari perkebunan.
Kemerosotan harga karet kurang lebih tiga tahun terakhir diakui membuat para petani kesulitan memenuhi kebutuhan hidup.
“Kenaikan harga karet getah ini, membuat kami mulai bergairah untuk menyedap karet. Meski harga kenaikan ini masih belum sebanding dengan harga kebutuhan hidup yang semakin mahal,” kata Tanto kepada Borneonews, Minggu (1/5/2016).
Saat harga karet anjlok kurang lebih tiga tahun dengan harga Rp 4000-4.500 per kilo, pihaknya kewalahan untuk mencukupi kebutuhan hidup.
Ia menambahkan, kenaikan harga karet yang dihargai Rp 5.200-5.700 oleh pembeli di tingkat petani itu cukup membantu. Meski masih belum sebanding dengan harga sembako atau kebutuhan hidup sehari-hari.
Hal senada diungkapkan Kutuk, petani karet Desa Tamparak. Meski harga getah karet mulai naik, namun masih belum sebanding atau tidak seimbang dengan harga kebutuhan hidup yang semakin hari semakin mencekik.
“Walau begitu, kenaikan harga karet getah ini cukup membantu kami. Ya, masih cukup untuk beli beras. Kalau untuk ngutang masih belum bisa,” ucapnya.
Menurutnya, naik turunnya harga karet amat sulit diprediksi karena para petani tidak bisa melihat atau mengontrol harga karet.
“Harga karet di kalangan petani amat ditentukan oleh para tengkulak. Sementara para tengkulak hanya menerima ketentuan harga karet dari pemilik pabrik atau gudang,” ujarnya.
Ia mengatakan, pihaknya hanya bisa menerima saja tanpa bisa berbuat apa-apa. Seharusnya ada sumber informasi tentang pergerakan harga komoditas pertanian khususnya harga karet, sehingga para petani tidak buta informasi. (URIUTU DJAPER/m)


