BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Divisi Program Pelayanan pada Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit atau BPDPKS, Arfie Thahar memaparkan Teknis Seleksi Calon Lembaga Penyelenggara Program Pengembangan SDM PKS Tahun 2024 pada sosialisasi di Yogyakarta baru-baru ini. Arfie menyampaikan bahwa program ini menargetkan 3.000 peserta program pendidikan dan 5.191 untuk peserta pelatihan pada 2024.
"Dalam rangka mencapai target tesebut BPDPKS mengadakan kegiatan Seleksi Calon Lembaga Program pengembangan SDM PKS tahun 2024 yang telah diumumkan melalui website bpdp.or.id sejak 11 Desember 2023 hingga 14 Januari 2024 nanti," kata Arfie dalam keterangan resminya pada Senin, 18 Desember 2023.
Pihaknya merencanakan bahwa pada bulan Maret atau April 2024 telah ditetapkan nama-nama Lembaga Penyelenggara Pendidikan dan Pelatihan.
"Sehingga proses penerimaan dan seleksi calon mahasiswa tahun 2024 ini dapat dilaksanakan lebih awal oleh Ditjen Perkebunan. Sampai dengan tahun 2023 BPDPKS bekerjasama dengan empat belas Lembaga Pendidikan," bebernya.
Keempat belas Lembaga Pendidikan ini, bebernya, yaitu Institut Teknologi Sawit Indonesia, Politeknik Sawit Citra Widya Edukasi, Politeknik LPP Yogyakarta, Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta, Institut Teknologi Sains Bandung.
--page
Kemudian ada INSTIPER, Politeknik Kampar, Institut Teknologi Perkebunan Pelalawan Indonesia, Politeknik ATI Padang, Politeknik PTKI Medan, Politeknik Aceh, Politeknik Pembangunan Pertanian Medan, Univ Prima Indonesia dan Sekola Vokasi-IPB.
"BPDPKS juga telah bekerjasama dengan dan 11 Lembaga Pelatihan," katanya lagi.
Lembaga dimaksud yaitu PT LPP Agro Nusantara, PT Global Scholarship Service atau IPB Training, Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta, PT Best Planter Indonesia, PT Sumberdaya Indonesia Berjaya, Balai Pelatihan Manajmenen dan Kepemimpinan Pertanian Ciawi, PT Citra Widya Education, PT Forestcitra Sejahtera atau Mutu Institute, PT Iskol Agridaya Internasional dan PT Daya Guna Lestari. (TESTI PRISCILLA/H)









