PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemerhati Pendidikan, Fathan Asy'ari menilai pencegahan hoax atau informasi, kabar, berita palsu atau bohong jelang Pemilu 2024 harus terus dilakukan khususnya pada generasi muda melalui lingkungan pendidikan. 

"Saat pemilu akan banyak beredar hoax, dan paling kena Generasi muda kita saat ini sangat rentan jangan sampai termakan hoax, apalagi di dunia maya, sehingga pencegahan hoax harus terus ditingkatkan khususnya dilingkungan pendidikan," ujar sebut owner lembaga pelatihan dan pengembangan SDM CV. Mitra Kalteng Perdana, Senin, 18 Desember 2023.

Menurutnya, presentasi hoax tertinggi juga jelang pemilu dan pengguna medsos atau dunia maya yang paling tinggi adalah generasi muda, sehingga ia menilai peran sekolah, universitas untuk terlibat dalam penangkalan berita hoax cukup besar.  

" Program kampus, sekolah harus ada minimal menjelang pemilu, Jangan sampai anak didik atau mahasiswa malah ikut menyebarkan berita hoax karena ketidaktahuan, atau lebih parahnya termakan hoax," ungkapnya.

Ia menambahkan posisi anak muda saat ini sangat aktif di medsos apalagi berkomentar, menyebarkan berita, memposting dan menerima informasi sehingga sangat rentan sekali informasi hoax tersebut menyebar melalui anak muda.

--page

"Jangan sampai ada pembiaran, apalagi masa depan generasi kita sangat ditentukan dari apa yang mereka lihat, tonton melalui medsos, jadikan generasi muda kita agen pencegah hoax, khususnya jelang pemilu 2024 ini, " tambahnya.

Ia berharap, generasi muda Kalteng  juga harus terlibat dalam pencegahan hoax pada medsos, dan harus mendapatkan dukungan dari lembaga pendidikan seperti sekolah, kampus dan para pendidik itu sendiri serta lembaga terkait seperti KPU dan Banwaslu. (HERMAWAN DP/H)