BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) yang dihadiri oleh berbagai komponen masyarakat. Acara berlangsung khidmat di salah satu aula hotel di Pangkalan Bun, pada Selasa, 19 Desember 2023.
Turut hadir dalam kegiatan ini, sejumlah tokoh agama, tokoh masyarakat, ketua dan pengurus organisasi kemasyarakatan, keagamaan, serta organisasi wanita dan kepemudaan.
Komisioner KPU Provinsi Kalimantan Tengah Harmain dihadirkan sebagai pemateri. Hadir pula Ketua KPU Kobar Chaidir bersama jajaran Komisioner KPU Kobar.
Ketua KPU Kobar, Chaidir, dalam sambutannya mengajak seluruh peserta Pemilu untuk memaknai pemilu sebagai lebih dari sekadar kompetisi politik. Tetapi untuk menentukan hajat hidup masyarakat, setidak - tidaknya untuk lima tahun kedepan.
"Oleh karena itu, mari kita didik masyarakat kita, berikan pemahaman kepada warga kita, bahwa ketika memilih pemimpin dan wakil, bisa melihat ide dan program yang ditawarkan," ujarnya.
Chaidir menjelaskan, hal tersebut tujuannya adalah untuk memilih wakil yang peduli dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Kalau sudah memilih berdasarkan ide dan program, maka akan mendapatkan pemimpin dan wakil sesuai harapan, yaitu pemimpin yang memiliki kepekaan terhadap masyarakat," ungkapnya.
Kegiatan FGD ini diharapkan dapat menyamakan persepsi terkait pemilu damai, serta memberikan kontribusi positif untuk pemilu yang berkualitas.
"Semoga pemilu tahun ini berjalan aman, damai, tertib dan menjadi pesta demokrasi bagi masyarakat," tambah Chaidir.
--page
Pada akhir sambutannya, Chaidir menyoroti pentingnya cinta dan kasih sayang dalam pemilu. Ia mengungkapkan bahwa pemilu sengaja ditetapkan pada bulan Februari, momen hari kasih sayang bagi anak muda, sebagai pengingat bahwa proses demokrasi harus tetap mengedepankan nilai-nilai tersebut.
"Ditetapkannya tanggal tersebut bukan kebetulan, tetapi memang itu momen hari kasih sayang. Karena ingin menciptakan pemilu yang menciptakan cinta dan kasih sayang sebagai wujud menciptakan Pemilu sebagai sarana integrasi bangsa," pungkasnya. (DANANG/R)









