NORNEONEWS/ Muara Teweh - Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Utara (Dinkes Barut) menggelar pertemuan monev malaria bagi petugas rumah sakit dan puskesmas se Kabupaten Barito Utara, di aula Dinkes setempat, naru-baru ini. Pertemuan itu sebagai monitoring evalusi malaria.
“Fengan melihat besarnya kepentingan monitoring evaluasi malaria, maka dipandang perlu adanya satu pertemuan yang menjadi wahana mengumpulkan ide, masukan pendapat, saran dan melatih kemampuan petugas pengelolaan program malaria,” kata Kepala Dinas Kesehatan Barito Utara Robansyah pada kegiatan itu.
Ia mengatakan, dengan adanya pertemuan ini diharapkan tujuan akhir dan hasil pelaksanaan kegiatan program P2B2, sekarang berganti menjadi pengendalian dan pemberantasan tular, virus dan zooosis (P2PTVZ,) dapat berjalan sesuai terget, khususnya malaria dapat dipertahankan status Eliminasi Malaria Kabupaten Barito Utara.
Lebih lanjut Robansyah mengatakan, Kabupaten Barito Utara merupakan kabupaten yang pada 2014 sudah mendapat sertifikat Eliminasi Malaria dari Kementerian Kesehatan RI.
“Agar eleminasi malaria dapat dipertahankan, maka perlu dilakukan pertemuan pengendalian malaria secara terus menerus dilakukan walaupun kasus malaria sudah jarang ditemui, namun kegiatan surveilans migrasi harus terus ditingkatkan baik dari tingkat Poskesdes, Pustu, Puskesmas hingga Kabupaten,” jelasnya.
Ia mengungkapkan, kejadian malaria di Kabupaten Barito Utara cenderung menurun, dengan Annual Paracite Incident (API) pada 2014 yaitu sebanyak 54 kasus (API 0,41%) turun menjadi 23 kasus (API 0,18%) pada tahun 2015 dari 127.479 jumlah penduduk.
Akan tetapi katanya lagi upaya pengendalian malaria masih terus ditingkatkan, karena sebagain wilayah Puskesmas di Kabupaten Barito Utara kasus malaria masih tinggi. Tahun 2016 sejak 1 Januari sampai dengan 14 April 2016 Puskesmas Lampeong melaporkan terdapat 9 kasus malaria dengan status kasus import (lama tinggal dan bekerja di Kalimantan Timur).
Sementara, panitia pelaksanan kegiatan Rusmahwati SKM mengatakan kegiatan ini diikuti sebanyak 35 peserta dengan rincian pengelola malaria 17 orang, mikroskopis malaria 17 orang dan crossceker malaria satu orang.
“Untuk narasumber kegiatan ini dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah, yaitu Rita Juliawati,” katanya. (RAMADANI/m)


