PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kasus perundungan atau bullying terhadap anak sedang trending di media sosial. Kondisi ini membuat Forum Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (Puspa) Kalimantan Tengah (Kalteng) hadir untuk mencegah adanya perilaku tersebut.

Ketua III Forum Puspa Kalteng Lily Hadianie mengatakan, perbuatan demikian tidak menyenangkan baik secara verbal, fisik, dan sosial terhadap anak oleh perorangan atau kelompok.

"Kami upayakan untuk menyosialisasikan tentang stop Bullying atau perundungan terhadap anak. Bullying adalah tindakan yang merugikan dan tidak dapat diterima yang menyebabkan penderitaan fisik dan emosional pada seseorang," katanya, Rabu, 20 Desember 2023.

Masalah bullying ini katanya bukan hanya menjadi tanggung jawab orang tua dan keluarga, namun juga tantangan besar bagi lembaga pendidikan, serta tanggung jawab bersama.

Fenomena paparan kekerasan sangat represif masuk ke kehidupan anak dari media sosial. 

--page

Tentunya, hal ini ada kebutuhan ekstra untuk sekolah agar membaca maupun melakukan pendampingan kondisi kejiwaan setiap siswanya.

"Kasus ini harus kita cegah. Cukup marak terjadi pada usia anak saat menginjak bangku sekolah. Tindakan perundungan tidak hanya terjadi di dunia nyata saja, tetapi juga pada media sosial," tandasnya. (MARINI/j)