MUARA TEWEH –

BORNEONEWS, Muara Teweh - Penjabat (Pj) Bupati Barito Utara Muhlis membuka kegiatan diseminasi kasus stunting dalam upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Barito Utara tahun 2023, di Aula Setda Lantai I, Rabu, 20 Desember 2022. 

Muhlis mengatakan, permasalahan stunting di indonesia, saat ini menjadi salah satu prioritas dalam agenda pembangunan nasional. Pemerintah telah menetapkan stunting sebagai isu prioritas nasional dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024. 

Pada RPJMN ini, kata Muhlis, pemerintah menetapkan target penurunan angka prevalensi stunting dari 24,4 persen pada tahun 2021 menjadi 14 persen pada tahun 2024. 

“Dalam upaya pencapaian target amanat agenda pembangunan nasional pada RPJMN tersebut, pemerintah telah menetapkan sasaran dan strategi nasional melalui peraturan presiden nomor 72 tahun 2021 tentang percepatan penurunan stunting,” kata dia.

Dikatakannya, pencapaian target percepatan penurunan stunting merupakan salah satu investasi utama dalam mewujudkan SDM Indonesia yang berkualitas dan berdaya saing. Stunting merupakan asupan gizi yang kurang secara berkepanjangan dan penyakit infeksi kronis yang berulang.  

--page

Lebih lanjut Muhlis mengatakan, prevalensi stunting di Provinsi Kalimantan Tengah terus mengalami perbaikan dari tahun ke tahun, tetapi angka tersebut selalu diatas rata-rata angka nasional. berdasarkan Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun  2022.

“Prevalensi stunting di Kalteng cukup tinggi yaitu sebesar 26,9 persen, angka tersebut lebih tinggi dari angka rata-rata nasional (21,6 persen) dan diatas ambang batas who (≥20 persen),” imbuhnya.

Selain itu, kata Muhlis, prevalensi stunting di Kalteng merupakan tertinggi nomor 2 setelah Provinsi Kalimantan Barat di kawasan pulau Kalimantan. “Namun, untuk prevalensi stunting di Kabupaten Barito Utara mengalami penurunan dari angka 28,3 persen menjadi 19,6 persen,” ungkapnya. 

Oleh sebab itu, kata Muhlis, perlu dilakukannya evaluasi program percepatan penurunan stunting di Kalteng khususnya Kabupaten Barito Utara, melalui pelaksanaan diseminasi kasus stunting. (RAMADHANI/j)