Cara memperingati Hari Buruh Internasional di Palangka Raya cukup unik yakni dengan menggelar pertemuan di hotel berbintang dibarengi potong tumpeng dan menyanyikan lagu “Selamat Ulang Tahun”. Disaat bersamaan, di Kalimantan Tengah ada ratusan buruh yang tak jelas nasipnya.

Pantauan di Bundaran Besar Kota Palangka Raya, sempat ada aksi sekelompok mahasiswa. Sementara itu, tidak ada aksi kaum buruh di titik tersebut dan titik lainnya seperti gedung DPRD Provinsi Kalteng dan Kantor Gubernur Kalteng hingga Minggu (1/5/2016) sore sekitar pukul 16.00 WIB.

Sementara itu, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kalteng menggelar dialog ketenagakerjaan di Ballroom Aquarius Hotel Palangka Raya. Hadir dalam acara tersebut Karliansyah dan Hatir Sata Tarigan dari serikat buruh, perwakilan lembaga swadaya masyarakat, BPJS Kesejatan, perwakilan organisasi mahasiswa dan himpunan pengusaha yang ada di kalteng.

Sebelum masuk ke pokok, Kepala Nakertrans Hardy Rampai, terlebih dahulu memberikan kata sambutan untuk membuka acara dengan ini teori ketenagakerjaan. Lalu dilanjutkan seremonial pemotongan tumpeng diiringi menyanyikan lagu selamat ulang tahun dan teriakan hidup buruh.

Ketika hendak diwawancara, Hardy Rampai, sempat menolak dengan alasan menunggu wartawan dari stasiun televisi nasional. Padahal saat itu wartawan hendak menanyakan maksud dari pemotongan tumpeng dan dinyanyikannya lagu selamat ulang tahun untuk hari buruh itu.

Disisi lain, di Kalteng ada beberapa permasalahan buruh yang belum tuntas. Salah satunya 207 buruh sawit PT Agrolestari Sentosa asal Nusa Tenggara Timur yang terkatung-katung selama 8 bulan di Palangka Raya. Mereka akhirnya dievakuasi ke Gereja Katolik Santa Maria Palangka Raya.

Kemudian kisah 994 buruh PT Bumihutani Lestani anak PT BW Plantation yang diakuisisi Rajawali Grup. Setelah mereka mengejar hak dengan menggugat ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) Palangka Raya, namun kalah, burh harus kehilangan pekerjaannya.

Sementara itu berdasarkan sejumlah tulisan, Hari Buruh atau May Day jatuh pada 1 Mei diawali dengan peristiwa Haymarket di Chicago pada tahun 1886. Pada waktu itu sekitar 400 ribu buruh di Amerika Serikat menggelar aksi menuntut pengurangan jam kerja menjadi 8 jam dan aksi berlangsung 4 hari.

Dalam peristiwa tersebut, aparat kepolisian di AS mengambil langkah refresif dengan menembaki para buruh untuk menghentikan aksi demo. Akibatnya ratusan buruh yang memperjuangkan hak mereka untuk diberlakukan bukan sebagai budak namun mitra kerja tewas dalam kejadia tersebut.

Untuk memperingati para buruh yang tewas dalam dmontrasi tersebut, Kongres Sosialis Dunia yang digelar di Paris pada Juli 1889 menetapkan tanggal 1 Mei sebagai hari buruh sedunia.ca