BORNEONEWS, Kasongan - PT Katingan Mandiri Persada (KMP) yang mayoritas sahamnya dimiliki Pemerintah Kabupaten Katingan mengaku jika selama tahun 2015 lalu mereka merugi.
Hal ini terungkap dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT KMP yang dipimpin Bupati Ahmad Yantenglie di ruang rapat bupati setempat, Senin (2/5/2016).
"Berdasarkan audit dari tim independen, selama tahun 2015 PT KMP rugi Rp412.618.340," jelas Direktur PT KMP Nanang Suriansyah dalam acara rapat umum pemegang saham tentang laporan keuangan 2015.
Menurutnya, dari hasil audit yang dilakukan auditor independen itu secara keseluruhan pendapatan PT KMP pada 2015 sebesar Rp737,494 juta.
Ini diperoleh dari berbagai usaha, misalnya pendapatan dari Hotel Katingan Rp316,7 juta, kemudian pendapatan kafe dan karaoke Rp106 juta. Sewa rntal alat berat mulai pertengahan Mei hingga Desember 2015 sebesar Rp275,87 juta. Kemudian sewa ATM BNI Rp35 juta. Selanjutnya pendapatan dari sektor non-usaha dari jasa bunga deposito Rp33.233.100.
Secara keseluruhan pendapatan PT KMP 2015 sebesar Rp737,494 juta. Dan ada beberapa beban pokok, termasuk beban usaha selama 2015 sebesar Rp1,44 miliiar.
'Jadi PT KMP rugi Rp412 juta lebih. Dari kerugian ini, termasuk ada beban penyusutan alat berat sebesar Rp79 juta," katanya.
Nanang mengaku jika pihaknya pada 2015 itu masih memiliki investasi usaha lain yang belum menghasilkan, yaitu dari usaha refleksi.
"Sebenarnya tempat atau ruangannya dan alat pendukung lain sudah siap. Namun kami terus terang kesulitan mencari tenaganya," sebutnya.
Selain itu juga pihaknya mengeluarkan biaya untuk perbaikan sarana dan prasarana hotel.
"Nah untuk tahun 2016 ini, berdasarkan RUPS yang telah dilakukan terdahulu, kami rencananya akan mengadakan atau melakukan perluasan usaha yaitu, ada rencana membuka jasa bidang keuangan," kata Nanang.
Bupati Ahmad Yantenglie menuturkan jika pihak PT KMP ini awalnya merupakan Perusahaan Daerah (PD). "Jadi beda dengan perusahaan daerah, sehingga PT KMP bisa menjalankan atau mengambil kebijakan sendiri terkait pengembangan usahanya," sebutnya. (ABDUL GOFUR/m)


