BORNEONEWS, Palangka Raya - Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan (Ekbang) Sri Widanarni berharap kondisi kelistrikan Kalteng dapat menjadi daya tarik investasi.
Ia menyampaikan ketenagalistrikan Kalteng telah terhubung dengan interkoneksi Sistem Kalsel-Kalteng-Kaltim, dengan daya mampu pasok sebesar 1.846 Mega-Watt.
Sistem tersebut mampu memasok Beban Puncak 1.391 Mega-Watt, sehingga menghasilkan surplus daya mampu 455 Mega-Watt.
”Dengan progres pembangunan kelistrikan yang menggembirakan tersebut, tentu diharapkan akan menjadi daya tarik bagi para investor untuk membangun bisnis dan usahanya,” sebut Sri saat mewakili Gubernur Kalteng dalam forum investasi, di Palangka Raya, Kamis, 21 Desember 2023.
Disamping itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng mencatat Rasio Desa Berlistrik dan Rasio Elektrifikasi juga terus meningkat.
--page
Data menunjukan sampai November 2023, rasio desa berlistrik menjadi 74,35 persen dan rasio elektrifikasi mencapai 94,81 persen.
”Ditargetkan pada tahun 2026 seluruh Desa di Kalimantan Tengah 100 persen teraliri listrik,” tegasnya. (HERMAWAN DP/H)









