BORNEONEWS, Palangka Raya - Chief Sustainability Officer, PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk atau SSMS Group, Henky Satrio W mengatakan bahwa dalam rangka memperkuat ketertelusuran rantai pasokan, SSMS akan mengambil peran untuk mendorong agar lebih banyak pekebun swadaya yang terlibat dalam pasar sawit berkelanjutan melalui program sertifikasi RSPO.
"Saat ini ada sebanyak 932 pekebun swadaya dengan luasan mencapai 2,300 hektar yang telah mendapatkan sertifikasi RSPO," kata Henky dalam keterangan resminya pada Kamis, 21 Desember 2023.
Para pekebun ini, lanjut Henky, berasal dari 2 kelompok binaan PT SSMS Tbk yakni Asosiasi Petani Kelapa Sawit Mandiri atau APKSM Kotawaringin Barat dan BUMDess Berkah Mulya Jaya Lamandau melalui kemitraan bersama Ecogreen.
Henky berharap kemitraan bersama Ecogreen bisa menjadi role model bagi pemangku kepentingan lainnya untuk mewujudkan praktik perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan di kalangan pekebun.
"Collaborative is a key for sustainability achievement, untuk itu PT SSMS Tbk membuka peluang kerjasama dengan berbagai pihak, tentunya hal ini akan berdampak positif pada peningkatan taraf hidup petani dan sebagai upaya dalam perbaikan rantai pasok sawit yang bertanggungjawab dan dapat di telusuri," bebernya.
--page
Kedepannya, Henky menargetkan tracebility program dapat selesai di kwartal petama, terlebih setelah di akuisisinya PT Citra Borneo Utama Tbk atau CBUT sebagai salah satu unit bisnis di bawah PT SSMS Tbk.
"Proses hilirisasi dari perkebunan dan rifenary dapat linier di bawah SSMS TBk. Selain tracebility, PT SSMS Tbk juga sudah memulai penghitungan carbon sehingga kedepannya produk yg dihasilkan PT SSMS Tbk dan CBU Tbk merupakan green product," tutupnya. (TESTI PRISCILLA/j)









