BORNEONEWS, Palangka Raya - Salah satu pabrik teh Sidamanik di Kabupaten Simalungung yang merupakan unit usaha PTPN IV. Perkebunan teh ini yang berdiri sebelum Indonesia Merdeka ini didirikan Vereenigde Oodt-Indische Compagnie atau VOC.
"Pada Tahun 1917 Nedherland Maskapai NV NHM mendirikan perkebunan Bah Butong Sidamanik dan pabrik teh pertama tahun 1927," kata Ketua Pengabdian Internasional Prof Rahmawaty, Universitas Sumatera Utara atau USU dalam keterangan resminya pada Jumat, 22 Desember 2023.
PTPN IV mengusahakan perkebunan dan pengolahan komoditas kelapa sawit dan teh yang mencakup pengolahan areal dan tanaman, kebun bibit dan pemeliharaan tanaman menghasilkan, pengolahan komoditas menjadi bahan baku berbagai industri, pemasaran komoditas yang dihasilkan dan kegiatan pendukung lainnya.
Bersama Ketua Pengabdian Internasional Prof Rahmawaty, Universitas Sumatera Utara atau USU, Prof Abdul Rauf yang juga dari USU, Prof Mohd Hasmadi Ismail dari Universiti Putra Malaysia dan Assoc Prof Seca Gendaseca dari Universiti Technology MARA melakukan Kunjungan Pabrik Teh PTPN IV Unit Bah Butong. Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa S1 Pertanian dan Mahasiswa S3 PSL USU.
"Sektor wisata kebun teh ini menjanjikan, begitu pula dengan proses pembuatan teh di pabrik. Ini bisa menjadi wisata edukasi yang harus kita tingkatkan agar generasi muda kita mengenal sejarah perkebunan kita dan bangga bahwa kita punya teh asli Sumut," kata Prof Rahmawaty lagi.
Sementara itu, Prof Abdul Rauf berharap kunjungan hari ini menjadi momentum untuk bersinergi dan memaksimalkan potensi-potensi yang ada.
Dalam rilis yang sama, Komisaris PTPN IV, Atas Wijiyanto mengatakan bahwa pemasaran teh dari pabrik Butong dan Tobasari dilakukan baik secara retail atau eceran maupun bentuk bahan bulking.
"Karena pabrik ini hanya untuk memproduksi sesuai kebutuhan. Sedangkan pemasaran produk teh berkantor di Pusat PTPN IV Kota Medan," tutur Atas.(TESTI PRISCILLA./R)









