PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (TPHP) Provinsi Kalteng, Hj Sunarti menjelaskan perbedaan penyakit tetelo dan flu burung yang kerap kali menjadi ancaman penyakit bagi peternak unggas.

Dia menuturkan, penyakit tetelo disebabkan oleh infeksi avian paramyxovirus serotype-1 atau virus Newcastle Disease (ND). Sedangkan, flu burunya oleh infeksi virus influenza tipe A.

Ciri-ciri umum unggas yang terinfeksi penyakit tetelo hilang nafsu makan, hewan menjadi lesu, kotoran berwarna kebiruan dan kepala ayam seperti tengleng. 

Sedangkan apabila terserang flu burung, biasanya menunjukkan gejala pernapasan seperti sesak napas. Unggas akan cenderung terengah-engah dan mulutnya terbuka.

"Penularannya sama-sama terinfeksi melalui air liur dan kotoran. Dapat menyebabkan kematian unggas secara masal, namun memiliki perbedaan tetelo tidak menular ke manusia akan tetapi kalau flu burung bisa menular ke manusia," tuturnya, Minggu, 24 Desember 2023.

--page

Ia mengingatkan, kedua penyakit ini perlu diwaspadai para peternak dikala musim penghujan tiba. 

Ia juga mengimbau, peternak melapor kepada dinas peternakan setempat apabila menemukan unggas yang mati mendadak dalam jumlah banyak. 

"Hal tersebut dilakukan supaya langkah tindak lanjut dapat dilakukan, seperti pengambilan sampel hingga diagnostik penyakit pada hewan. Bahkan melakukan langkah cepat penanganan dan deteksi dini," tandasnya. (MARINI/Y)