BORNEONEWS, Gunung Mas - Pendidikan di Kabupaten Gunung Mas (Gumas) kususnya yang berkaitan dengan teknologi masih menemui banyak kendala. Ini karena di beberapa daerah seperti kecamatan maupun desa masih belum terjangkau jaringan internet dan jaringan listrik.

Wakil Bupati Gumas Rony Karlos mengatakan itu kepada wartawan usai memimpin upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), di halaman kantor Bupati Gumas, Senin (2/5/2016) pagi.

“Beberapa waktu yang lalu saya sudah melakukan beberapa kali kunjungan ke beberapa sekolah dan melihat sarana dan prasarana di sana. Memang sarana dan prasarana kita belum memadai, kususnya mengenai teknologi. Listrik belum masuk semua, begitu juga dengan jaringan internet,” ungkap Rony.

Padahal saat ini pendidikan sudah berkaitan erat dengan teknologi. Seperti komputer mau pun sarana penunjang lainnya. Dengan demikian, jaringan listrik dan jaringan internet merupakan suatu hal yang sangat diperlukan untuk memajukan pendidikan.

“Teknologi yang canggih mau tidak mau harus kita laksanakan atau kita lakukan. Walau pun beberapa bantuan baik dari pusat mau pun daerah sudah dianggarkan. Tetapi apa mau dikata karena belum ada jaringan internet yang kuat dan listrik, ini harus kita berbenah,” katanya.

Melalui momen Hardiknas, Rony Karlos mengharapkan semua guru supaya lebih meningkatkan keaktifan dalam mengajar. Sehingga kegiatan belajar mengajar di semua sekolah di Gumas, dapat berjalan sebagaimana yang diharapkan. Sehingga kualitas pendidikan terus mengalami kemajuan dan merata.

“Harapan saya ke depan supaya Kabupaten Gunung Mas ini siap, baik dari sisi guru mau pun siswa dalam menghadapi tantangan era globalisasi ini,” cetus dia.

Rony menambahkan, kepada para pelajar mau pun guru yang telah meraih prestasi. Supaya terus ditingkatkan lagi, baik pada tingkat daerah, nasional bahkan internasional.

”Kita jangan hanya berpuas diri dengan apa yang sudah didapat, tetapi harus ditingkatkan lagi,” pesan Wakil Bupati Gumas.

Terkait peringatan Hardiknas, Menteri Pendidikan dan Kebudayan Republik Indonesia, Anies Baswedan, dalam sambutan terulis yang dibacakan Rony Karlos mengatakan, revolusi menjadi pendorong lompatan perubahan yang akan berpengaruh pada cara hidup, cara bekerja dan cara belajar. Namun harus menyiapkan diri untuk meraih kesempatan yang terpampang didepan.

“Salah satu dukungan yang kita berikan kepada anak-anak Indonesia adalah apa yang mereka pelajari saat ini adalah apa yang mereka butuhkan untuk menjawan tantangan jamannya,” ucap dia. (EPRA SENTOSA/m)