PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Penyakit yang menyerang hewan unggas seperti ayam, bebek, itik dan jenis unggas lainnya berdampak pada produksi telur. 

Hal tersebut mengakibatkan penurunan produksi telur yang diakibatkan oleh penyakit dapat menimbulkan kerugian yang tinggi bagi peternak.

"Penyebaran penyakit yang cepat dan tidak dapat ditangani dengan obat-obatan seperti antibiotik, kada kala membuat peternak harus berpikir keras dalam melindungi kesehatan ternak unggasnya," tutur Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (TPHP) Provinsi Kalteng Hj Sunarti, Minggu, 24 Desember 2023.

Ia pun membeberkan, cara pencegahan dapat berupa biosekuriti dengan mendukung lingkungan eksternal unggas yang sehat, serta melakukan vaksinasi mendukung pengebalan unggas terhadap serangan penyakit. 

"Gangguan pada sistem reproduksi akibat infeksi salah satu penyakit penurun produksi telur. Yang akan mengakibatkan produksi telur menurun. Diantaranya adalah penyakit ND, AI, IB dan EDS," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalteng Riza Rahmadi menyebutkan bahwa stok telur di Kalteng aman, terutama saat momentum Natal dan Tahun Baru (Nataru).

--page

"Kami juga telah berkoordinasi dengan Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) guna mendistribusikan telur terutama ayam ras agar tetap aman. 

Dan mendistribusikan telur dari daerah yang surplus ke daerah yang kekurangan stok telur," tandasnya. (MARINI/j)