BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Kontribusi RSUD Imanuddin terhadap pendapatan asli daerah (PAD) Kotawaringin Barat terus meningkat setiap tahun. Tahun anggaran 2016 ini, tercatat sumbangan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) ini kepada Pendapatan Asli Daerah (PAD) mencapai Rp65 miliar.
Demikian penjelasan Direktur RSUD Imanuddin Dr Suyuti Syamsul kepada Borneonews. Ia mengatakan, kontribusi kepada PAD itu senantiasa meningkat dari tahun ke tahun. Tahun 2013, sumbangan RSUD ke PAD mencapai Rp30 miliar. Kemudian tahun 2014, penghasilan RSUD ini mencapai lebih dari Rp50 miliar.
Namun demikian, lanjut Suyuti, “Dana sebesar itu tidak langsung kami setor ke kas daerah,” katanya. Sebagai BLUD pihak rumah sakit bisa memanfaatkan langsung untuk mencukupi kebutuhan operasional. “Sepeti membayar gaji, membeli obat-obatan dan berbagai peralatan.”
Sebagai rumah sakit rujukan dari daerah Sukamara dan Lamandau, RSUD Immanuddin yang ada di Pangkalan Bun ini dituntut untuk meningkatkan pelayanan. “Terutama untuk melayani pasien-pasien yang menderita penyakit berat yang tidak bisa ditangani rumah sakit lain,” kata Suyuti lagi.
Oleh karena itu, pihaknya dituntut pula untuk memiliki peralatan modern yang harganya juga sangat mahal. Dicontohkannya, seperti alat CT Scan yang harganya mencapai puluhan miliar satu unit.
“Dengan kita memiliki alat seperti CT Scan, maka pasien jantung misalnya, tidak harus berobat ke Jakarta, Penang-Malaysia atau Singapura.” (*)


