PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kondisi El Nino Gorila merupakan kondisi kekeringan dengan curah hujan di bawah normal dan bisa terjadi hingga tahun 2024 mendatang. Kondisi ini mulai terjadi di bagian tengah Indonesia.

Untuk itu, sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) melalui Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan (TPHP) Provinsi Kalteng.

Dengan sigap menghadapi kondisi El Nino Gorila untuk memastikan ketersediaan pangan selalu aman wilayah Kalteng.

"Kami akan bergerak cepat memastikan ketersediaan pangan, khususnya padi, aneka cabai dan bawang merah serta bahan pangan lainnya," kata Kepala Dinas TPHP Provinsi Kalteng Hj Sunarti, Selasa, 26 Desember 2023.

Dibawah komando Gubernur Kalteng H. Sugianto Sabran katanya, semua jajaran di instruksikan turun langsung ke lapangan. Mengecek dan memastikan kondisi sebenarnya, memantau ketersediaan pangan khususnya bawang merah dan aneka cabai masih kondisi aman.

--page

Ia menjelaskan, kondisi El Nino Gorila memang menjadi salah satu faktor ancaman kondisi pertanaman di lapangan.

Contohnya, terkena serangan OPT, seperti ulat daun dan thrips pada bawang merah serta serangan antraknosa/bercak buah serta virus kuning.

"Dan ini harus ada langkah preventif dan kuratif untuk dilakukan mengatasi kondisi tersebut, terlebih lagi Kalteng sebagai daerah penyangga IKN kedepannya," tandasnya. (MARINI/H)