BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemko Palangka Raya terus berupaya menuntaskan target penurunan stunting menjadi 14 persen pada 2024.
Di antaranya meningkatkan akses masyarakat terhadap air bersih, sanitasi dan kesehatan. Stunting adalah kondisi pertumbuhan anak terhambat akibat kurangnya asupan gizi, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan.
Stunting dapat berdampak negatif pada perkembangan otak, kognitif, dan fisik anak. Untuk mengatasi masalah ini, Pemko melakukan kolaborasi antardinas terkait.
Beberapa di antaranya melalui Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman serta Badan Perencanaan Pembangunan Daerah.
Pj Wali Kota Palangka Raya, Hera Nugragayu mengatakan bahwa pihaknya terus melakukan deteksi dini, pencegahan, dan penanganan stunting melalui program kesehatan.
--page
"Kami juga melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, khususnya ibu hamil dan menyusui, tentang pentingnya gizi seimbang, ASI eksklusif, imunisasi dan stimulasi anak," katanya, Selasa, 26 Desember 2023. (HENDRI/R)









