BORNEONEWS, Palangka Raya - Bahan utama untuk membuat aneka sambal tidak lepas dari cabai, bawang, bumbu, dan tambahan buah Barania atau Gandaria berwarna hijau saat masih muda, dan sering dikonsumsi sebagai tambahan rujak atau campuran sambal.
Sambal Barania kerap kali ditemukan pada rumah makan di Kota Palangka Raya. Memiki cita rasanya asam dan manis, buah yang matang berwarna kuning, memiliki rasa kecut-manis dan dapat dimakan langsung.
"Sambal Barania menjadi primadona santapan kuliner suku Dayak, dengan tambahan menu lauk pauk," kata Hesti salah satu pemilik rumah makan di Kota Palangka Raya, Selasa, 26 Desember 2023.
Ia menyebut buah ini kerap kali berbuah pada bulan September-Desember. Buah gandaria biasanya tumbuh di sekitar hutan Kalimantan. Ia menuturkan, berdasarkan kepercayaan Suku Dayak buah yang satu ini memiliki kandungan vitamin C.
"Buah ini tergolong baik tubuh jika dikonsumsi. Dan terdapat kandungan air serta cita rasanya yang mantap, apalagi saat untuk santapan kuliner seperti sambal rasanya begitu nikmat," tuturnya.
--page
Kandungan Vitamin C pada buah tersebut dinyakini untuk penyembuhan sariawan dan gusi berdarah. Buah Barania katanya layak dikonsumsi karena mengandung banyak gizi dan nutrisi.
"Oleh sebab itu, dirumah makan pasti ada buah yang satu ini. Apalagi kalau sedang musim buahnya, para konsumen pasti mencari-cari untuk memperlengkap hidangan menu mereka," tandasnya. (MARINI/R)









