BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalteng, Riza Rahmadi mengatakan, dari kasus 3 jenis ikan penyumbang inflasi ikan laut yakni kembung, tongkol dan bandeng.
Maka Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kalteng melakukan peningkatan kesejahteraan masyarakat nelayan, pembudidaya dan pengolah ikan.
Sejumlah program secara konsisten terus digulirkan seperti pembangunan pelabuhan perikanan, pembangunan pabrik es, cold storage dan alat angkut berpendingin, bantuan kapal dan alat tangkap ikan, bantuan sarana-prasarana budidaya dan pengolahan.
"Perikanan berdampak terhadap naiknya harga ikan yang diterima nelayan, untuk itu kami memberikan solusi bahwa inflasi pada bidang perikanan ini dapat ditekan," katanya, Selasa, 26 Desember 2023.
Ia juga mengungkap ikan tangkapan dapat diolah menjadi berbagai jenis seperti di keringkan dan tanpa bahan pengawet. Tidak kalah penting, menurutnya berapa angka inflasi yang ideal dalam sebuah wilayah.
Ia juga mengutarakan, hasil diskusi pada rapat TPID Kalteng yang rutin dilaksanakan di tahun 2023 di kantor Gubernur Kalteng, terungkap bahwa inflasi yang ideal dalam satu wilayah harus dibawah pertumbuhan ekonomi nasional.
"Menjaga inflasi adalah bagaimana pengeluaran terhadap kebutuhan masyarakat dapat dijaga agar tidak berfluktuasi secara berlebihan. Terutama pada ketersediaan ikan laut kita," tandasnya. (MARINI/R)









