PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Inspektur Jenderal Kemendagri Tomsi Tohir mengatakan, harus waspada terhadap tren inflasi yang semakin meningkat pada Desember 2023 ini.

Penyumbang inflasi paling rawan terjadi diantaranya karena angkutan udara, telur ayam ras, cabai merah, cabai rawit, bawang merah dan daging ayam ras.

"Dalam lima tahun terakhir, selalu terjadi inflasi pada Desember, tingkat inflasi Desember lebih tinggi dibandingkan inflasi November," katanya saat mengikuti Rakor Pengendalian Inflasi dengan Pemprov Kalteng secara virtual dari Ruang Rapat Bajakah, lantai II Kantor Gubernur Kalteng.

Ia memberitahukan, Indeks Perkembangan Harga (IPH) minggu ketiga Desember 2023, berdasarkan data SP2KP-pencatatan tanggal 18-22 Desember 2023, secara nasional jumlah kabupaten/kota yang mengalami kenaikan IPH sebesar 7 persen. 

60,77 persen kabupaten/kota di Pulau Sumatera yang mengalami kenaikan IPH, kenaikan harga tertinggi terjadi di Banyu Asin dengan nilai IPH 4,56 persen.

--page

Sementara itu, dari 86,52 persen kabupaten/kota di Pulau Jawa yang mengalami kenaikan IPH, kenaikan harga tertinggi terjadi di Malang dengan nilai 3,22 persen. 

Sedangkan dari 77,11 persen kabupaten/kota di luar Pulau Jawa dan Sumatera yang mengalami kenaikan IPH, kenaikan harga tertinggi terjadi di Minahasa Selatan dengan nilai IPH 9,59 persen.

"Perkembangan inflasi secara historis dan pantauan IPH hingga Minggu ke-3 Desember, bawang merah, cabai merah, cabai rawit dan telur ayam ras berpotensi mengalami inflasi pada Desember," jelasnya. (MARINI/H)