PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Turnamen sepak bola antar kampung (Tarkam) Ajang Cup III di Kabupaten Sukamara, Kalimantan Tengah (Kalteng), menjadi sorotan setelah terjadi kericuhan pada pertandingan antara Ajang dan Batu Kotam.

Dalam video yang beredar penonton memasuki lapangan, memukuli pemain secara membabi buta, menciptakan momen yang meresahkan. Diketahui, pertandingan berlangsung pada Rabu, 27 Desember 2023.

Pelatih sepak bola Kobar Yusro Arodi menyayangkan terjadinya kericuhan dalam insiden sepak bola tersebut.

"Kalau kejadiannya tidak tahu persis. Kalau dilihat dari video ini, penonton masuk lapangan dan pemain berhamburan menyelamatkan diri dari amukan penonton. Kami sangat menyayangkan kejadian tersebut, kenapa bisa sampai seperti itu, ada penonton masuk kelapangan dan mengejar - ngejar dan menghajar pemain," kata Yusro, Kamis, 28 Desember 2023.

Peristiwa memalukan ini tentu mencoreng sepak bola tanah air. Yusro menyayangkan arogansi penonton, mengingat pertandingan sepak bola seharusnya menjadi tontonan hiburan, bukan ajang kekerasan.

--page

"Terus terang saya menyayangkan dengan ulah penonton, seyogyanya pertandingan ini bisa dinikmati malah penonton menyerang pemain," kata pelatih yang pernah mengantarkan tim sepak bola Kobar meraih medali emas serta perunggu dalam dua edisi Porprov di Kalteng.

Pelatih ini juga menyoroti kurangnya antisipasi dari pihak Panpel (Panitia Pelaksana) dalam mengelola turnamen.

Yusro berharap agar kejadian serupa tidak terulang, dan pihak berwenang harus lebih peka untuk memastikan keamanan pertandingan selanjutnya.

Sampai berita ini ditayangkan, belum ada keterangan resmi dari panitia maupun aparat setempat terkait insiden kericuhan yang menjadi viral. Semua pihak diharapkan segera memberikan klarifikasi untuk menjaga integritas turnamen ini. (DANANG/H)