BORNEONEWS, Palangka Raya - Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung Wampu Sei Ular, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, melakukan kegiatan Rapat Pembahasan Hasil Monitoring dan Evaluasi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Belawan di Hotel Grandhika Setiabudi Medan.
"DAS Belawan merupakan komponen vital dalam pengelolaan sumberdaya alam, konservasi, dan kegiatan restorasi lahan," kata Guru Besar Manajemen Kehutanan Fakultas Kehutanan, Prof Rahmawaty dalam keterangan resminya pada Kamis, 28 Desember 2023.
Menurut Prof Rahmawaty, monitoring dan evaluasi terhadap daerah aliran sungai atau DAS merupakan paramater yang penting untuk menilai kinerja suatu DAS.
"Pendekatan DAS sebagai satuan monitoring dan evaluasi saat ini telah menjadi konsep yang universal," katanya. Permasalahan yang sering terjadi, lanjut Prof Rahmawaty, adalah kegiatan monitoring dan evaluasi yang banyak dilakukan lebih ditekankan pada aspek biofisik, namun kurang mempertimbangkan aspek sosial ekonomi.
"Harus dipertimbangkan aspek sosial ekonomi dengan memperoleh data dan informasi menyeluruh mengenai kondisi DAS Belawan dari aspek lahan, tata air, sosial ekonomi, nilai investasi bangunan dan pemanfaatan ruang wilayah," tegasnya.
--page
Sementara itu, menurut Prof Abdul Rauf yang juga Guru Besar Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, dengan mengetahui dan mengevaluasi kondisi aktual DAS Belawan yaitu nilai daya dukung DAS Belawan, maka akan dapat menjadi bahan dan pertimbangan dalam penyusunan perencanaan pengelolaan DAS Belawan. (TESTI PRISCILLA/j)









