SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Kasus kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mayoritas terjadi karena faktor minimnya penerangan jalan dan rambu-rambu.

"Dari sekian  banyak kasus laka lantas, yang sering menjadi kendala minimnya penerangan jalan dan kurangnya rambu," kata Kapolres Kotim AKBP Sarpani melalui Wakapolres Kompol Yosep Thomas Tortet, Kamis, 28 Desember 2023.

Dia mengatakannya pada rapat evaluasi akhir tahun di Aula Rumah Jabatan Bupati Kotim. Turut hadir dalam rapat tersebut Bupati Halikinnor, Wakil Bupati Irawati, Ketua DPRD Rinie, dan Dandim 1015 Sampit Letkol Inf Muhammad Tandri Subrata.

Kompol Yosep mengatakan, ada beberapa jalan yang sama sekali tidak ada penerangan, kemudian rambu-rambunya kurang. Seperti di perbatasan Kotim dengan Kabupaten Katingan sampai Desa Pundu.

"Jalan turun naik di situ penerangan kurang dan memang kecelakaan sering terjadi di situ," ujarnya.

--page

Ia memaparkan jumlah kejadian laka lantas di Jalan Jenderal Sudirman Km 12-Km 86 terdapat 26 kasus melibatkan kendaraan roda 6, roda 4, dan roda 2. Kecelakaan di lokasi tersebut karena faktor manusia, jalan, penerangan jalan dan kurangnya rambu.

Lanjutnya, laka lantas di Jalan Tjilik Riwut Km 30- Km 102 terdapat 39 kasus melibatkan kendaraan roda 10, roda 6, roda 4, dan roda 2. Faktor yang mempengaruhi kecelakaan di lokasi tersebut karena kelayakan kendaraan, cuaca, penerangan jalan dan kurangnya rambu.

Laka lantas di Jalan HM Arsyad Km 17-Km 89 ada 33 kasus selama tahun 2023, melibatkan kendaraan roda 10, roda 6, roda 4, dan roda 2. Faktor yang mempengaruhi ialah manusia, kelayakan kendaraan, dan penerangan jalan dan kurangnya rambu.

Laka Lantas di Jalan Poros Parenggean-Antang Kalang ditemui 28 kasus melibatkan kendaraan roda 6, roda 4, dan roda 2. Dengn faktor penyebab jalan, kelayakan kendaraan, dan penerangan jalan dan kurangnya rambu.

"Kecelakaan di dalam Kota Sampit ada 89 kasus melibatkan roda 4 dan roda 2. Faktornya karena kondisi jalan dan manusia," terangnya. (DEWI PATMALASARI/j)