BORNEONEWS, Palangka Raya - Dalam laporan yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan Kalteng, kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kalteng pada 2023 mencapai 3.150 kasus dan kabupaten Kotawaringin Timur merupakan daerah dengan jumlah kasus tertinggi, mencapai 691 kasus.
Untuk itu Anggota Anggota DPRD Kalteng, Sri Neni Trianawati menyebut bahwa butuh program pencegahan penyakit DBD dengan cara melakukan survei, untuk bisa mengetahui dan mendata tempat yang berpotensi menjadi sarang penyebaran DBD.
Kemudian, ia juga mengingatkan masyarakat untuk melakukan tindakan pencegahan. Karena ia menilai DBD merupakan masalah kesehatan yang perlu mendapat perhatian serius di daerah beriklim tropis dan subtropis seperti Kalteng ini.
"Kasus DBD ini jangan dianggap remeh, pemerintah dan masyarakat harus bersama-sama melakukan tindakan pencegahan dan pengendalian. Perlu langkah yang konkret untuk mengendalikan populasi nyamuk Aedes Aegypti sebagai pembawa virus DBD ini," katanya, saat dikonfirmasi, Sabtu, 30 Desember 2023.
Pihaknya juga tidak tinggal diam dalam hal ini, saat melaksanakan reses juga memberikan edukasi kepada masyarakat agar menjaga lingkungan bersih dan sehat. Karena menurutnya, kesadaran bersama dalam menjaga kebersihan lingkungan menjadi kunci penting dalam pencegahan DBD.
"Saya juga menggerakkan melalui dinas kesehatan maupun pihak terkait lainnya agar selalu berikan edukasi kepada masyarakat pentingnya pencegahan DBD dan mengurangi risiko penyakit ini," tandasnya. (MARINI/R)









