BORNEONEWS, Palangka Raya - Ketua Komisi III DPRD Kalteng, Siti Nafsiah mengatakan keanekaragaman kearifan lokal di Kalteng ini mesti harus dapat terus dijaga dan dilestarikan.
Semua pihak harus bersinergi dalam upaya menjaga serta melestarikan kearifan lokal yang ada, sebab hal itu merupakan bagian dari budaya yang jangan sampai hilang begitu saja.
"Perkembangan zaman saat ini begitu pesat, namun itu jangan sampai membuat kearifan lokal yang ada di Kalteng hilang dan dilupakan begitu saja," katanya, Selasa, 2 Januari 2024.
Nafsiah menuturkan, ada begitu banyak ragam kearifan lokal di provinsi ini contohnya seperti kawasan keramat Alun-Alun Terantang di Desa Telaga, Kabupaten Katingan.
Kawasan ini sangat melegenda dan diyakini sebagai area gaib oleh masyarakat di sekitar desa tersebut, dan Alun-Alun Terantang ini juga merupakan ekowisata religi.
--page
"Saat berkunjung kesana baru-baru ini, saya melihat lokasi tersebut sangat bagus dan ada kearifan lokal yang memang harus dijaga dan dilestarikan disana," ucapnya.
Dirinya berharap, kearifan lokal di Kalteng tidak lekang dan hilang di telan perkembangan zaman, begitu juga pemerintah agar dapat berperan dalam menjaga apa yang dimiliki daerah ini.
"Kawasan Alun-Alun Terantang ini perlu terus diperhatikan, karena apa yang sudah menjadi bagian dari budaya kita jangan sampai dilupakan, sebab itu merupakan salah satu kekayaan yang kita miliki," tandasnya. (DONNY D/Y)









