PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Anggota Komisi IV DPRD Kalteng Rizki Amalia Darwan Ali menyebut pendangkalan sungai disejumlah wilayah di Kalteng ini perlu diperhatikan secara serius oleh pemda provinsi, kabupaten dan kota.

Ada beberapa sungai yang mengalami pendangkalan di wilayah Kalteng ini hal itu apabila tidak diperhatikan maka akan dapat mengakibatkan berbagai dampak negatif bagi daerah maupun masyarakat secara umum.

"Sungai yang dangkal mengakibatkan tidak mampu menampung debit air, dan ketika masuk pada musim hujan tentu sungai akan meluap dan akibatnya banjir pun melanda pemukiman warga," ucapnya, Selasa, 2 Januari 2024.

Selain itu, sungai juga sebagai tempat aktivitas transportasi barang maupun jasa yang masih digunakan sampai dengan saat ini, dan apabila sungai mengalami pendangkalan aktivitas itu akan terhambat.

"Contoh di Kotim maupun DAS Barito, di wilayah tersebut sungai masih digunakan sebagai aktivitas transportasi barang dan jasa, namun saat ini sejumlah sungai di kedua wilayah tersebut mengalami pendangkalan," ujarnya.

--page

Dikatakannya, wacana pemda mengeruk sungai yang mengalami pendangkalan di wilayah Kalteng harus bisa secepatnya dilakukan terlebih saat ini sudah memasuki tahun 2024, jangan samlai wacana itu tidak dijalankan.

"Kita mendorong agar wacana itu dilaksanakan secepatnya agar kejadian bencana seperti banjir bisa diminimalisir serta transportasi barang dan jasa melalui jalur sungai pun bisa lancar," tandasnya. (DONNY D/H)