BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Divisi UKMK Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit atau BPDPKS, Helmi Muhansyah menyambut baik apa yang dilakukan Sm-art Batik dengan menjadi pelopor industri batik bersertifikat halal di Indonesia.
"Sm-art Batik terus menunjukkan progres yang baik dalam pengembangan industri batik sawit," kata Helmi dalam keterangan resminya pada Rabu, 3 Januari 2024.
Seperti dalam rilis Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit atau BPDPKS pada Rabu, 3 Januari 2024 disampaikan bahwa Sm-art Batik merupakan salah satu dari mitra UKMK BPDPKS.
"Dengan sertifikat halal, tentunya semakin memantapkan bahwa sm-art batik terus berprogres menuju industri sawit berkelanjutan. Kami, juga akan terus mendukung pengembangan UKMK Sawit agar industri hilir sawit semakin berkembang," kata Helmi lagi.
Sejak bulan Agustus 2023, Sm-art Batik menjadi UKMK Sawit dan berkomitmen mengembangkan industri batik sawit, bukan hanya malam yang dari sawit, melainkan saat ini sampai dengan pewarnaan menggunakan bahan alami dari tanaman sawit.
--page
Sementara itu, COO Sm-art Batik, Dinar Indah Lufita Sari, mengungkapkan bahwa BPDPKS menyadarkan dirinya dan sang suami yang juga CEO Sm-art Batik, Miftahudin Nur Ihsan, bahwa ternyata sawit memiliki potensi yang luar biasa untuk diriset.
"Sawit ini luar biasa, kita harus mendorong hilirisasi industri sawit, Komponen dari sawit bisa menjadi alternatif untuk menggantikan parafin yang dari minyak bumi. Selain itu, beberapa bagian tanaman ini dapat dimanfaatkan sebagai pewarna alami. Kami terus menggali itu," kata mahasiswi Doktoral Kimia Analisis UGM tersebut. Harapannya nanti di tahun 2024, lanjut Dinar, produk Sm-art Batik yang sudah bersertifikat halal dapat lebih diterima di pasar khususnya pasar global karena saat ini terjadi peningkatan permintaan produk halal di internasional. (TESTI PRISCILLA/j)









