BORNEONEWS, Palangka Raya - PT Kilang Pertamina Internasional, Subholding Refining & Petrochemical Pertamina, terus berkomitmen untuk menyediakan BBM ramah lingkungan di Indonesia. Seperti dalam rilis Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit atau BPDPKS pada Rabu, 3 Januari 2023 disampaikan bahwa salah satu komitmen yang ditunjukkan ialah melalui BBM 'hijau' berbasis minyak sawit atau CPO, baik untuk Solar maupun avtur.
Dirut Kilang Pertamina Internasional, Taufik Aditiyawarman dalam rilis tersebut mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya telah berhasil memproduksi bahan bakar pesawat jenis Sustainable Aviation Fuel atau SAF yang juga biasa disebut bioavtur.
Produksi, katanya, dilakukan di Green Refinery Kilang Cilacap dengan campuran minyak sawit sebesar 2,4 persen berkapasitas 9.000 barel per hari atau bph. Adapun bahan bakunya yaitu produk turunan sawit, Refined Bleach Deodorized Palm Kernel Oil atau RBDPKO.
"Alhamdulillah dengan uji coba komersial bioavtur 2,4 persen dengan pesawat Boeing ya, pesawat Garuda, Boeing 737-800NG dan juga sebelumnya dengan CN235. Ini membuktikan bahwa kita sudah mampu untuk memproduksikan bioavtur 2,4 persen," kata Taufik dalam acara Energy Corner CNBC Indonesia, Selasa, 2 Januari 2024.
Taufik berharap, permintaan penggunaan bioavtur untuk bahan bakar pesawat ke depan dapat lebih masif lagi. Dengan demikian, produksi bioavtur yang mengandung 2,4 persen minyak inti sawit berkapasitas 9.000 bph tersebut dapat terus terjaga. (TESTI PRISCILLA/j)









