KUALA KURUN –

BORNEONEWS, Kuala Kurun - Bupati Gunung Mas Jaya S Monong paparkan berbagai capaian pembangunan dalam mencapai visi misi Kabupaten Gunung Mas 2019-2024.

"Ada beberapa kegiatan atau capaian yang kita raih selama masa jabatan kami sebagai Bupati dan Wakil Bupati Gunung Mas, pertama terkait insfrastruktur, banyak ruas jalan yang mengalami peningkatan," ujar Jaya, Rabu, 3 Januari 2024.

Peningkatan ruas jalan yang dimaksud yakni, peningkatan jalan Parempei – Bereng Jun, peningkatan jalan Tumbang Miri ke Tumbang Napoi, peningkatan jalan Tumbang Miri ke Tumbang Marikoi.

Lalu, pembangunan pile slab menuju oprit jembatan di Sepang kota – Sepang Simin, pergantian jembatan Sei Kahat Kuala Kurun dan Jembatan Sei Karungen.

Kemudian pada masa jabatannya, Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) telah menetapkan 15 hutan adat yang tersebar di lima kecamatan dengan luas 68.601 hektare. Itu menjadi hutan adat terluas di Indonesia.

--page

"Penetapan hutan adat tersebut bertujuan untuk meningkatkan kualitas kehidupan sosial masyarakat setempat sehingga hutan dapat dikelola secara berkelanjutan dan dimanfaatkan melalui kearifan lokal untuk kesejahteraan masyarakat," paparnya.

Capaian selanjutnya yakni terkait penurunan stunting dari 35,9 persen pada tahun 2021 tertinggi se-Kalimantan Tengah, tapi dengan kerja keras bersama berhasil diturunkan menjadi 17,9 pada tahun 2022 berdasarkan hasil survei studi status gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022.

Karena itu, Gunung Mas mendapatkan insentif sekitar Rp5,9 miliar sebab angka stunting pada tahun 2022 paling rendah se-Kalteng.

Lalu di bidang pendidikan untuk Angka Partisipasi Kasar (APK) dan Angka Partisipasi Masyarakat (APM) tingkat SD pada tahun 2022 mencapai 100 persen demikian juga angka kelulusan 100 persen.

Sedangkan untuk APK/APM untuk tingkat SMP mencapai 82,48 persen dengan tingkat kelulusan 100 persen.

Selain itu, Gunung Mas mendapatkan dana bagi hasil dari sektor perkebunan yakni dari perkebunan kelapa sawit sekitar Rp9,9 miliar.

"Dana bagi hasil itu nantinya akan kami gunakan untuk kegiatan dan pemeliharaan jalan minimal 80 persen dan 20 persen untuk kegiatan lainnya," tukasnya.

Masih banyak lagi kegiatan yang telah dilaksanakan dalam mencapai visi misi Kabupaten Gunung Mas 2019-2024, seperti penambahan instalasi pengolahan air (IPA) 25 liter per detik, pengembangan ekowisata di Batu Mahasur termasuk pengembangan kawasan pengrajin dan wisata kuliner.

"Kami juga telah menyusun masterplan kawasan wisata desa Tumbang Anoi, Pengembangan objek wisata Batu suli di Upon Batu, Pengembangan objek wisata Tumbang Pajangei dan serta pengembangan agrowisata  Taman Hutan Rakyat (Tahura) Lapak Jaru. Belum lagi capaian kami terkait kebun plasma masyarakat dan lainnya," tandasnya. (RISKA YULYANA/j)