KUALA KURUN –

BORNEONEWS, Kuala Kurun - Pada 2023 Pemkab Gunung Mas melalui Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) telah menyerahkan bantuan program Gunung Mas Pintar kepada ribuan siswa SD dan SMP.

"Melalui APBD tahun 2023, kami telah menyerahkan bantuan program Gunung Mas Pintar kepada 1999 siswa SD dan SMP,  rinciannya 1333 SD dan 666 SMP," ujar kepala Disdikpora Gunung Mas Aprianto melalui Kabid Pembinaan SD dan SMP  Silpanus, Kamis, 4 Januari 2024.

Dia melanjutkan, bantuan yang diberikan yakni berupa seragam dan perlengkapan sekolah yaitu baju seragam merah putih, topi, dasi dan bordir nama, baju seragam biru putih, dasi dan bordir nama, baju olahraga, baju pramuka topi dan dasi, sepatu dan kaus kaki, tas serta alat tulis lengkap.

Untuk alat tulis lengkapnya yakni buku tulis, buku gambar, kotak pensil, pensil, pulpen dan mistar set.

Silpanus menjelaskan penerima bantuan program Gunung Mas Pintar yakni usulan dari pihak sekolah dan mereka memilih penerima bantuan sesuai dengan kriteria yang sudah diatur dalam Perbub Gunung Mas nomor 22 tahun 2023.

Perbub tersebut mengatur tentang pedoman pemberian bantuan pakaian seragam sekolah dan perlengkapan sekolah melalui Program Gunung Mas Pintar bagi peserta didik yang kurang mampu pada jenjang sekolah dasar dan sekolah menengah pertama.

Kriteria yang dimaksud yakni pertama siswa/siswi aktif yang terdaftar di satuan pendidikan, kedua memiliki Kartu Indonesia Pintar atau surat keterangan tidak mampu, lalu berdomisili dan memiliki Kartu Keluarga di Kabupaten Gunung Mas dan tidak pernah menerima bantuan yang sama dari pihak lain.

Kemudian persyaratan sebagaimana dimaksud pada poin pertama dan kedua dikecualikan bagi anak yatim, piatu dan atau yatim piatu.

--page

Bantuan Program Gunung Mas Pintar itu sudah diserahkan oleh Bupati Gunung Mas Jaya S Monong salah satunya pada momen safari natal yang dilaksanakan beberapa waktu lalu.

"Kami berharap, bantuan program Gunung Mas Pintar ini bisa dimanfaatkan dengan baik untuk menunjang anak-anak kita dalam bersekolah mencari ilmu," kata Jaya. (RISKA YULYANA/R)