BORNEONEWS, Palangka Raya - Kabid Humas Polda Kalteng, Kombes Pol Erlan Munaji, melalui Ketua Tim Virtual Police Bidhumas Polda Kalteng, Ipda H Shamsuddin mengklarifikasi sebuah video yang beredar di masyarakat.
Video berdurasi satu menit dua detik itu menunjukkan dua piring berisi serbuk kopi instan dengan butiran merah muda, sambil mengajak untuk tidak mengonsumsi kopi saset Indonesia karena diduga mengandung obat berbahaya yang bertujuan untuk mengurangi jumlah penduduk.
Cak Sam menegaskan bahwa klaim tersebut adalah hoaks dan tidak benar. Faktanya, kopi saset di Indonesia telah melalui proses racikan yang sangat teliti dan melalui beberapa tahapan mulai dari proses sortir, penelitian, hingga proses pengepakan dengan tingkat ketelitian yang tinggi.
"Masyarakat diminta untuk tidak mudah terpengaruh dan menyebarkan berita atau informasi tanpa memastikan kebenarannya terlebih dahulu," ungkap Cak Sam, Kamis, 4 Januari 2024.
Cak Sam juga menekankan pentingnya kehati-hatian dalam menyebarkan informasi yang dapat merugikan seseorang, maka dari itu kami selalu meminta kepada masyarakat untuk melakukan pengecekan kebenaran informasi sebelum menyebarkannya di platform sosial atau media lainnya.
--page
"Kami mengajak masyarakat Palangka Raya agar bisa bijak menggunakan media sosial dengan cara saring terlebih dahulu informasi yang didapat sebelum di-sharing," pungkasnya. (PATHUR/j)









