PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tjilik Riwut Palangka Raya, Muhamad Ihsan Sidiq meminta masyarakat Provinsi Kalimantan Tengah waspada terhadap potensi hujan lebat disertai angin kencang dan petir di wilayah setempat.

"Selama sepekan mendatang, waspadai potensi hujan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir atau kilat dan angin kencang di wilayah Kalteng," kata Ihsan di Palangka Raya, Jumat, 5 Januari 2024.

Dia menerangkan, pada 5-11 Januari, wilayah Kalteng yang berpotensi dilanda hujan itu meliputi Kabupaten Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur, Lamandau, Sukamara, Seruyan, Gunung Mas (Gumas), Katingan, Pulang Pisau, Kapuas, Barito Selatan, Barito Utara, Barito Timur, Murung Raya dan Kota Palangka Raya.

"Pada rentang waktu yang sama, masyarakat juga harus mewaspadai potensi hujan lokal intensitas sedang hingga lebat dengan durasi singkat yang dapat disertai petir atau kilat dan angin kencang ataupun angin puting beliung," kata Ihsan.

Dia menambahkan, berdasarkan data prakiraan yang sama, suhu udara di Kalteng berkisar antara 23–33 derajat celcius. Kelembaban udara berkisar antara 60–100 persen. Angin umumnya bertiup dari Timur Laut–Barat Laut dengan kecepatan berkisar antara 10-20 kilometer per jam.

--page

BMKG mengimbau masyarakat di wilayah Provinsi berjuluk "Bumi Tambun Bungai, Bumi Pancasila" juga lebih berhati-hati terhadap dampak bencana yang ditimbulkan.

Kondisi itu juga harus menjadikan masyarakat semakin waspada terhadap potensi adanya genangan air, banjir, banjir bandang, tanah longsor dan pohon tumbang akibat kondisi cuaca tersebut.

Saat terjadi hujan lebat disertai angin kencang dan petir, masyarakat diminta segera mencari tempat berlindung yang aman seperti di dalam rumah atau gedung.

"Jauhi papan reklame atau baliho, pohon besar dan jangan berada di lapangan atau tempat terbuka untuk menghindari sambaran petir atau pohon tumbang, papan reklame dan sejenisnya. Berlindunglah di bangunan permanen," kata Ihsan.

ANTARA