BORNEONEWS, Sampit - Turunnya harga bensin yang saat ini Rp6.450 rupanya berpengaruh besar terhadap statistik di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Turunnya harga bensin membuat daerah ini mengalami deflasi 0,46%.

Dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 123,27. Dengan laju inflasi tahun kalender sebesar -0,54%, dan laju inflasi April 2016 terhadap April 2015 sebesar 4,43%.

“Ada beberapa komuditas yang memiliki andil tertinggi dalam penurunan harga di Kota Sampit selama April 2016 lalu, yakni bensin, daging ayam ras, ikan tongkol, ikan nila, dan ikan patin,” ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sampit Herry, Jumat (6/5/2016).

Selain itu, deflasi terjadi juga karena adanya penurunan harga pada empat kelompok pengeluaran, yakni bahan makanan sebesar 0,67%, perumahan 0,28%, kelompok sandang 0,11%, dan traspor berupa komunikasi serta jasa keuangan 1,59%.

Sedangkan untuk komuditas yang mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan adalah bawang merah, kacang panjang, telepon seluler, sepeda motor, dan ikan lais. Selain itu, kelompok  makanan jadi, sandang, kesehatan, pendidikan, dan olahraga juga menjadi penyumbang kenaikan harga yang cukup tinggi.    

“Ada beberapa klompok yang mengalami kenaikan harga cukup tinggi, namun hal itu tidak terlalu berpengaruh terhadapat deflasi yang terjadi di daerah ini,” ungkap Herry.

Sementara dari sembilan kota di Kalimantan yang menghitung inflasi pada April, Kota Sampit berada di urutan ke delapan, yang pertama Tarakan 0,45%, Kota Banjarmasin 0,04%, Kota Tanjung 0,16%, Kota Singkawang 0,19%, Kota Palangka Raya, 0,29%, Samarinda 0,30%, Balikpapan 0,40%, Kota Sampit 0,46%, dan Kota Pontianak 0,51%. (HAMIM/m)