PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Kapolres AKBP Yusfandi Usman memberikan arahan yang mengedepankan ketelitian dan sensitivitas personelnya terhadap situasi kamtibmas.

Ia menekankan pentingnya memahami dinamika penduduk dan perkembangan wilayah hukum Polres Kobar yang dapat berubah dengan cepat, pada apel jam pimpinan yang berlangsung di Mapolres Kobar, Sabtu, 6 Januari 2024.

Dalam upayanya menggali pemahaman personel terhadap perubahan cepat dalam suatu daerah, Kapolres Yusfandi mengenalkan konsep "efek kupu-kupu," di mana situasi yang mungkin tidak terpengaruh di suatu tempat bisa memengaruhi daerah lain.

"Rekan-rekan di lapangan untuk tetap sensitif, membuka mata, telinga, dan tetap waspada terhadap perubahan yang mungkin terjadi," tuturnya.

Kapolres Kobar juga mendorong personelnya untuk berpikir ke depan, menganalisis, dan menghasilkan ide-ide inovatif. Sinergitas dan kolaborasi dengan pihak terkait, termasuk masyarakat dan unit internal Polri, menjadi poin penting yang diangkat dalam arahan tersebut, terutama menjelang pelaksanaan Pemilu.

Tidak hanya itu, Kapolres menggarisbawahi keterbukaan personel terhadap laporan masyarakat. Ia menegaskan bahwa setiap laporan harus diterima dan direspon dengan serius, demi menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah hukum Polres Kobar.

Selain menyoroti ketidakpastian situasi, Kapolres Kobar juga memberikan motivasi kepada anggotanya untuk aktif berkontribusi dalam menjaga keamanan dan ketertiban.

--page

"Dengan kerja sama yang solid, Polres Kobar dapat menjadi garda terdepan dalam memastikan kelancaran Pemilu dan menjaga stabilitas wilayahnya," ungkapnya.

Arahannya ditutup dengan penegasan bahwa kewaspadaan harus dilakukan tanpa keberpihakan, serta mengajak personel untuk menjadi teladan yang baik dengan menerapkan nilai-nilai kepolisian seperti integritas, profesionalitas, dan pelayanan masyarakat. (DANANG/R)