BORNEONEWS, Sampit - Anggota Komisi IV DPRD Kotawaringin Timur Darmawati meminta kepada Dinas Pekerjaan Umum (PU) setempat untuk lebih memperketat pengawasan pelaksanaan pembangunan dan perbaikan jalan.
“Saat ini tahap pengerjaan proyek pembangunan maupun perbaikan jalan sedang dilaksanakan. Pengawasan yang ketat perlu dilakukan, mengingat pengalaman banyak badan jalan yang cepat rusak pasca diperbaiki,” kata dia, saat dihubungi, Jumat (6/5/2016).
Menurut politisi Partai Golkar itu, akibat pengerjaan jalan yang kurang maksimal, banyak warga yang mengeluhkan kondisi jalan yang sudah rusak pasca diperbaiki. Seperti yang dilaporkan warga di Jalan Wengga Agung dan Wengga Metropolitan, Sampit.
“Laporan warga aspal di jalan itu banyak yang menggelembung dan terpisah. Begitu juga jalan rigid pavement (cor beton) kualitasnya rendah dan sudah banyak pecah dimana-mana, padahal baru hitungan beberapa bulan,” ungkap dia.
Menurut Darmawati, memang dalam sebuah proyek pembangunan ada beberapa faktor yang menyebabkan pelaksanaannya mengalami permasalahan. Seperti perubahan lingkungan akibat perubahan iklim maupun faktor lainnya. Namun semua itu tentu dapat diatasi, yang terpenting kewajiban yang mesti dilakukan harus dikerjakan secara benar.
Pentingnya pengawasan dari instansi terkait diharapkan menghasilkan mutu jalan yang sesuai kontrak kerja. Berdasarkan gambar dan spesifikasi yang telah ditentukan. Sehingga hasilnya pun dapat dipertanggungjawabkan, ketika badan jalan sudah dapat digunakan hingga masa tenggang pemeliharaan terpenuhi.
“Petugas pengawas harus mengoreksi secara berkala dan meminta memperbaiki jika ada kerusakan serta tindakan tegas apabila spesifikasinya tidak sesuai. Sehingga anggaran daerah untuk pembangunan maupun perbaikan jalan tidak mubazir,” jelas dia. (RIFQI/m)


