BORNEONEWS, Sampit - Kualitas pengerjaan jalan menuju Sampit Expo di Jalan Wengga Metropolitan Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, mendapat sindiran dari warga di media sosial. Sebab, pengerjaan jalan itu terkesan asal jadi atau kejar tayang karena baru beberapa bulan sudah banyak rusak.

Seperti cibiran yang diunggah oleh pemilik akun facebook Suhartono Firdaus yang diunggah pada Jumat (6/5/2016) yang isinya. “Baru pertama kali melihat persiapan Sampit Expo, betapa terkejutnya melihat kualitas pembangunan jalan Wengga Agung dan Wengga Metropolitan yang dibangun menggunakan anggaran Rp4,954 miliar.Aspal banyak yang bledding dan terjadi segregasi. Jalan rigid nya kualitas rendah dan sudah banyak pecah dimana-mana, padahal baru hitung beberapa bulan. Hati-hati konsekwensi hukumnya bila tidak sesuai spesifikasi dan kualitas yang ditentukan. Mohon inspektorat, kejaksaan, kepolisian dan Anggota DPRD untuk menjadi perhatian,”.

Unggahan akun facebook Suhartono Firdaus tersebut dibenarkan oleh pemilik akun facebook Muhammad Syaifullah. Dia mengatakan bahwa memang masalah itu harus mendapat perhatian dan perlu didalami.

“Benar itu mas Suhartono Firdaus, itu harus diperdalam oleh pihak yang berwenang. Juga harus diliat dengan teliti sumber anggaran dari mana, apakah dari pemerintah kabupaten ataukah dari Kemenpera. Jangan sampai ada overlaping anggaran antara anggaran dari Pemkab dan anggaran dari Kemenpera, karena setiap lokasi Perumahan yang luas areanya lebih 5 hektare akan dapat anggaran Pasum (pembangunan jalan Perumahan) dari Kemenpera juga. Atau mungkin juga jalan yang dibangun berbeda antara anggaran Pemkab dan Kemenpera. Jadi perlu dievaluasi juga oleh pihak terkait.”

Proyek pembangunan jalan menuju Sampit Expo yang menghabiskan anggaran miliyaran tersebut adalah menggunakan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD). Sebab, tampak jelas di papan proyek bertuliskan Dinas Pekerjaan Umum Kotawaringin Timur. (RAFIUDIN/m)