PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pj Wali Kota Palangka Raya, Hera Nugrahayu, mengatakan untuk menuntaskan target penurunan stunting di kota tersebut diperlukan kerja tim yang solid dari berbagai pihak.

"Stunting adalah masalah yang kompleks dan multidimensi, sehingga tidak bisa diselesaikan oleh satu sektor saja. Kami membutuhkan kerjasama dan sinergi dari semua stakeholder, baik pemerintah, swasta dan masyarakat," katanya, Senin, 8 Januari 2024.

Hera menjelaskan bahwa stunting adalah kondisi di mana anak mengalami gangguan pertumbuhan dan perkembangan akibat kekurangan gizi kronis sejak dalam kandungan hingga usia dua tahun. Stunting dapat berdampak negatif pada kesehatan, kognitif dan produktivitas anak di masa depan.

"Stunting bukan hanya masalah kesehatan, tetapi juga masalah ekonomi dan sosial. Stunting dapat menurunkan kualitas sumber daya manusia, menghambat pembangunan, dan meningkatkan kemiskinan. Oleh karena itu, kami harus bersama-sama mencegah dan menanggulangi stunting," tuturnya.

Target yang ditetapkan pemerintah pusat adalah menurunkan prevalensi stunting menjadi 14 persen pada tahun 2024. Untuk mencapai target tersebut, Hera mengatakan bahwa pemerintah kota telah melakukan berbagai upaya.

--page


Seperti memperkuat deteksi dini dan intervensi gizi, meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak, memperbaiki sanitasi dan lingkungan hidup serta memberdayakan masyarakat dan keluarga.

"Kami juga terus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi serta berkolaborasi dengan berbagai mitra untuk mengatasi stunting secara terintegrasi dan holistik," ujarnya.

Hera berharap dengan kerja tim yang solid, Palangka Raya dapat mencapai target penurunan stunting dan memberikan masa depan yang lebih baik bagi anak-anaknya. (HENDRI/Y)