BORNEONEWS, Sampit - Kurang dari sebulan akan memasuki bulan Ramadan. Di bulan ini biasanya aktivitas pengemis menjamur. Pemkab Kotim pun berupaya mencegah maraknya gelandangan dan pengemis atau yang biasa disingkat gepeng itu di bulan suci bagi umat Islam tersebut.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kotim Rihel, mengatakan pihaknya bersama dengan instansi terkait seperti dinas sosial tenaga kerja dan transmigrasi (Dinsosnakertrans) setempat, akan menggelar operasi rutin gepeng menjelang dan selama Ramadan.

“Kami akan melakukan pendataan dan penertiban secara intensif gepeng pengemis yang beroperasi di Kota Sampit. Penertiban gepeng musiman akan dilakukan agar memudahkan dalam mengetahui keberadaan mereka," kata dia, saat dihubungi, Sabtu (7/5/2016).

Menurut Rihel, menjamurnya gepeng untuk meminta nafkah dari masyarakat selama Ramadan hingga menjelang hari raya Idul Fitri sudah menjadi siklus tahunan. Jumlahnya pun semakin bertambah, terlebih pada sepekan sebelum lebaran.

Operasi menjaring gepeng itu nantinya bakal dilakukan di beberapa titik sentral Kota Sampit, terutama di Pasar Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM), dan beberapa tempat ibadah.

“Nantinya anggota Satpol PP bakal diterjunkan di sejumlah kawasan itu. Operasi diberlakukan sesuai kebutuhan, bisa satu kali atau bahkan dua kali dalam sepekan selama Ramadan,” jelas dia.

Rihel mengakui penertiban gepeng yang selama ini kerap dilakukan terkesan sia-sia karena belum adanya rumah singgah. Akibatnya, setiap gepeng yang berhasil ditertibkan tidak bisa dibina untuk menjalani hidup secara normal.

Karena itu, pihaknya berharap pendirian rumah singgah itu harus segera direalisasikan. Sebelumnya adanya rumah singgah, pihaknya akan terus melakukan penertiban terhadap gepeng yang ada.  (RIFQI/m)