BORNEONEWS, Palangka Raya - Sejak awal beroperasi pada tahun 2012, Tambang Emas Martabe mendapatkan reputasi sebagai pemimpin industri dalam hal keselamatan kerja, keberlanjutan dan proses produksi.
Sebagai sponsor, PT Agincourt Resources Martabe Gold Mine, pendanaannya melalui Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat atau PPM, yang aturan pelaksanaannya sama dengan program Corporate Social Responsibility atau CSR seperti yang dicantumkan dalam UU No 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas dan UU No 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal yang mewajibkan perusahaan, khususnya perusahaan yang mengeksploitasi sumber daya alam, mengeluarkan dana tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR.
"Bertepatan mulai tahun 2023, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan akan melaksanakan program Analisis Kesesuaian Lahan untuk Kegiatan Pertanian Berkelanjutan," kata Prof Rahmawaty, seorang Tenaga Ahli yang terlibat dalam program tersebut kepada Borneonews pada Selasa, 9 Januari 2024.
"Kegiatan kajian Analisis Kesesuaian Lahan untuk kali pertama ini dilakukan bekerjasama dengan PT Agincourt Resources Martabe Gold Mine bergerak dalam tambang emas, berlokasi di Jalan Merdeka Barat Km 2,5 Kelurahan Aek Pining Kecamatan Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan Provinsi Sumatera Utara," tambah Prof Rahmawaty.
Karena itulah, lanjut Prof Rahmawaty, sejak kemarin hingga hari ini, pihaknya dan tim melaksanakan Pemaparan Hasil Kegiatan Survey Kesesuaian Lahan di 15 Desa/Kelurahan Lingkar Tambang Kecamatan Batangtoru dan Muara Batangtoru di kantor Dinas Pertanian Kabupaten Tapanuli Selatan.
--page
"Dalam pelaksanaan kajian analisis kesesuaian lahan untuk kegiatan pertanian yang berkelanjutan tersebut, dilaksanakan bekerjasama dengan PT Surveyor Indonesia Cabang Medan sebagai Konsultan, mengikutsertakan Tenaga Ahli yaitu saya dan Prof Abdul Rauf dari Universitas Sumatera Utara-USU," terangnya.
Lokasi kajian, lanjut Prof Rahmawaty, terletak di Desa/Kelurahan Lingkar Tambang yakni Directly Affected Villages atau DAV, yaitu Kecamatan Batangtoru, terdiri atas Desa Sipenggeng, Desa Hapesong Baru, Kelurahan Wek I, Kelurahan Wek II, Kelurahan Wek III, Desa Wek IV, Desa Telo, Desa Napa, Kelurahan Perkebunan Sigalagala, Kelurahan Aek Pining, Desa Sumuran dan Desa Batuhula. Kemudian, Kecamatan Muara Batangtoru, terdiri dari Desa Bandar Hapinis, Desa Muara Hutaraja, dan Kelurahan Hutaraja.
"Hasil kajian berupa Laporan Analisis Kesesuaian Lahan untuk Kegiatan Pertanian Yang Berkelanjutan terutama di Kecamatan Batangtoru dan Kecamatan Muara Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan," jelasnya. (TESTI PRISCILLA/Y)









