PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Berdasarkan hasil survei, wawancara dengan masyarakat atau responden, pengolahan data serta analisis penggunaan lahan untuk tanaman andalan, Tim Analisis Kesesuaian Lahan untuk Kegiatan Pertanian Berkelanjutan di Desa Lingkar Tambang Kecamatan Batangtoru dan Kecamatan Muara Batangtoru Tapanuli Selatan meringkas Hasil Kajian dan Simpulan.

"Berdasarkan penggunaan lahan untuk tanaman andalan yang banyak dibudidayakan oleh penduduk dan tanaman yang potensial diintrodusir di lokasi kajian maka kami menemui beberapa hasil," kata Prof Rahmawaty, salah seorang Tenaga Ahli yang terlibat dalam program tersebut kepada Borneonews pada Rabu, 10 Januari 2024.

Analisis dilakukan di desa/kelurahan lingkar tambang yakni Directly Affected Villages atau DAV PT Agincourt Resources Martabe Gold Mine Kabupaten Tapanuli Selatan yang meliputi Kecamatan Batangtoru, terdiri dari Desa Sipenggeng, Desa Hapesong Baru, Kelurahan Wek I, Kelurahan Wek II, Kelurahan Wek III, Desa Wek IV, Desa Telo, Desa Napa, Kelurahan Perkebunan Sigalagala, Kelurahan Aek Pining, Desa Sumuran dan Desa Batuhula. Kemudian Kecamatan Muara Batangtoru terdiri dari Desa Bandar Hapinis, Desa Muara Hutaraja, dan Kelurahan Hutaraja.

"Bahwa tanaman yang sering dibudidayakan oleh masyarakat atau disebut juga tanaman andalannya adalah padi sawah, padi gogo, cabai merah, jagung, ubi kayu, dan durian, sedangkan tanaman yang potensial diintrodusirkan ke wilayah ini diantaranya ubi jalar, kacang tanah, mentimun, bawang merah, kedelai, dan alpukat," kata Prof Rahmawaty.

Kelas kesesuaian lahan untuk masing-masing tanaman yang sering dibudidayakan atau tanaman andalan dan tanaman yang potensial diintrodusirkan di lokasi kajian juga disampaikan Prof Rahmawaty.

--page

"Kelas kesesuaian lahan aktual untuk Padi Sawah umumnya sesuai marginal dengan pembatas ringan, menjadi sangat sesuai setelah dilakukan upaya perbaikan berupa pengelolaan air, pemupukan organik dan pemupukan urea, SP-36 dan KCl," beber Prof Rahmawaty.

Sementara kelas kesesuaian lahan aktual untuk Padi Gogo berkisar antara lahan cukup sesuai sampai sesuai marginal dan terdapat juga 1 lokasi yang tidak sesuai saat ini, dengan pembatas yang dapat diatasi sehingga kesesuaian lahan potensialnya menjadi berkisar antara sangat sesuai hingga sesuai marginal. (TESTI PRISCILLA/J)