PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kalteng menyampaikan salah satu kendala dalam optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pajak adalah akurasi data.

Kepala Bapenda Kalteng Anang Dirjo menegaskan untuk Kalteng tidak terjadi kebocoran pajak, tapi memang masih ada potensi pendapatan pajak yang belum atau tidak terdata.

Berbeda jika ada wajib pajak tetapi masih memiliki data yang kurang, hal ini yang kemudian dapat menjadi loss dari pajak.

Ia mengatakan terkait data perpajakan pihaknya menggandeng kepolisian melalui Satuan Lalu Lintas (Satlantas) yang dimilikinya.

“Kami sudah melakukan kerja sama dengan Satlantas berkaitan dengan pajak ini dan kami juga aktif melakukan pendataan,” ucapnya.

--page

Selain itu, terkait keakuratan, sektor pajak air permukaan ikut menjadi sektor yang masih belum optimal, karena perusahaan selaku pemakai belum memakai meteran seperti Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).

“Seharusnya mereka memakai ukuran yang baku sehingga bisa diketahui berapa banyak yang dipakai, ini yang kemudian meningkatkan biayanya,” ucapnya. (HERMAWAN DP/H)