BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kalteng mencatat sektor pajak bahan bakar kendaraan sebagai salah satu sektor dengan kontribusi besar dalam Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kalteng.
“Sektor yang paling berkontribusi bagi peningkatan PAD Kalteng adalah pajak bahan bakar kendaraan bermotor. Dari target Rp 800 miliar, realisasinya menjadi Rp1 triliun,” ujar Kepala Bapenda Kalteng Anang Dirjo, usai rapat Paripurna di DPRD Kalteng, Senin, 8 Januari 2024.
Anang menjelaskan Bapenda Kalteng akan mencoba terus memaksimalkan pengawasan pada pajak bahan bakar kendaraan.
Ia mengatakan salah satu kendala dalam menggali pajak adalah data yang belum terlalu akurat dan pengawasan yang dilakukan masih kurang menyeluruh.
Salah satunya seperti bahan bakar kendaraan bermotor dalam pemantauannya didukung oleh teknologi IT monitor kamera, seperti yang dimiliki oleh Satuan Lalu Lintas Kepolisian.
--page
“Pengangkutan BBM melalui Banjarmasin, lewat jalan-jalan nasional, dari Lamandau, Sampit, kemudian Kapuas,” sebutnya. (HERMAWAN DP/H)









