BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Derasnya hujan disertai angin kencang dan petir yang terjadi di Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) sejak Rabu sore, 10 Januari 2024 hingga Kamis dini hari, 11 Januari 2024 membuat beberapa titik genangan banjir di dalam kota Pangkalan Bun.
Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kelas III Iskandar, Pangkalan Bun Nur Setiawan menjelaskan potensi hujan intensitas tinggi tersebut juga bakal terjadi dalam beberapa hari kedepan.
"Dari data dinamika atmosfir saat ini dan pantauan BMKG, beberapa hari kedepan masih berpotensi terjadi hujan sedang-lebat yg dapat disertai angin kencang dan petir di wilayah bagian selatan Pulau Kalimantan termasuk di Kabupaten Kobar," jelas Nur Setiawan.
Nur Setiawan mengatakan, ada beberapa faktor baik skala global atau lokal yang mempengaruhi kondisi cuaca di Kabupaten Kobar.
"Diantaranya adalah Osilasi Madden Julian atau MJO yaitu aktifitas pergerakan konveksi dari Samudra Hindia ke Samudra Pasifik. Saat ini berada di kuadran 3 yang diperkirakan hingga akhir Januari yang berkontribusi terhadap pertumbuhan awan hujan di wilayah indonesia," jelas Nur Setiawan.
--page
Kemudian, lanjut Nur Setiawan, yang kedua terpantau adanya konvergensi di wilayah Kalimantan Tengah yg dapat meningkatkan pertumbuhan awan hujan.
"Faktor ketiga yaitu terpantau adanya daerah ITCZ di sepanjang Laut Jawa yang menguatkan pertumbuhan awan hujan di Kalimantan. Setelah itu terdapat Labilitas udara di atas Kalimantan cukup kuat dan kelembapan udara pada lapisan 850mb sd 500mb kondisi basah/lembab yg mendukung pembetukan awan hujan di wilayah Kobar," jelas Nur Setiawan. (WAHYU KRIDA/j)









