PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala SMAN 5 Palangka Raya, M Ramli mengatakan dukungannya terhadap Workshop Penguatan Kapasitas Sekolah dalam Rangka Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Satuan Pendidikan atau PPKSP yang dilaksanakan di sekolahnya pada Kamis, 11 Januari 2024.

Ramli dalam sambutannya sangat mendukung kegiatan ini. Apalagi, fenomena perundungan atau bullying ini menurutnya memang sering mencuat di satuan-satuan pendidikan.

"Oleh karena itu, perlu komitmen yang kuat untuk bersama-sama mencegah dan menangani segala bentuk tindakan kekerasan," kata Ramli.

Sementara itu, Kabid Pendidikan SMA, Safrudin mewakili Plt Kadisdik Provinsi Kalimantan Tengah, M Reza Prabowo, yang berkenan membuka kegiatan ini menyatakan keprihatinannnya atas hasil survei Asesmen Nasional tahun 2022 se-Indonesia yang menyatakan bahwa cukup banyak peserta didik yang berpotensi mengalami kekerasan seksual, hukuman fisik, dan mengalami perundungan.

"Saya mengimbau satuan pendidikan ini  agar lebih waspada dan berhati-hati serta mau mengevaluasi kebijakan yang mengarah kepada tindakan kekerasan," tuturnya.

Ketua panitia, Aminudin mengatakan bahwa tujuan kegiatan selain untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman untuk peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan, juga sekaligus membentuk Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan atau TPPK.(TESTI PRISCILLA/R)