PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial atau BPJS Kesehatan mencatatkan bahwa jumlah pemanfaatan layanan kesehatan di tahun 2023 meningkat drastis. Capaian ini menunjukkan bahwa BPJS Kesehatan senantiasa menjalankan amanah untuk memberikan jaminan kesehatan kepada seluruh rakyat Indonesia.

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti dalam keterangan resminya pada Kamis, 11 Januari 2024 menjelaskan sampai 31 Desember 2023 jumlah pemanfaatan layanan peserta JKN di fasilitas kesehatan meningkat menjadi 606,7 juta, atau 1.6 juta pemanfaatan per hari. 

"Pada tahun 2022, jumlah pemanfaatan layanan kesehatan baik kunjungan sehat ataupun sakit sebanyak 502,8 juta, atau 1,4 juta per hari. Hal ini membuktikan bahwa masyarakat semakin percaya dengan BPJS Kesehatan dan semakin menyadari pentingnya jaminan kesehatan," kata Ghufron dalam kegiatan pertemuan bersama Dewan Jaminan Sosial Nasional atau DJSN.

BPJS Kesehatan juga terus berupaya meningkatkan kepuasan peserta. Indeks kepuasan peserta di tahun 2022 meningkat pada posisi 89,62 dari tahun 2021 sebesar 87,63. Lalu indeks kepuasan badan usaha juga meningkat pada tahun 2022 pada angka 90,36 dari tahun 2021 pada posisi 86,56.

Ghufron menyebutkan, BPJS Kesehatan per 31 Desember 2023 telah menjalin kerja sama dengan 23.639 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama atau FKTP dengan peningkatan 28,28 persen dari tahun 2014 sebanyak 18.437 FKTP.

Sedangkan Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan atau FKRTL meningkat sebesar 85,60 persen, dari semula 1.681 menjadi 3.120 FKRTL.

--page

"Dalam rangka meningkatkan kepuasan peserta, BPJS Kesehatan bersama mitra fasilitas kesehatan bertekad untuk meningkatkan kualitas layanan yang diberikan. Hal ini dituangkan melalui Janji Layanan JKN," ucap Ghufron.(TESTI PRISCILLA/R)