BORNEONEWS, Kasongan - Bangunan Dermaga Hurung Batuah di Kasongan Kabupaten Katingan yang baru selesai dibangun pada 2015 ini tidak dipergunakan sebagaimana mestinya. Keberadaan pelabuhan yang cukup megah di atas Sungai Katingan ini mubazir.

Menurut informasi yang diperoleh Borneonews, Dermaga Hurung Batuah ini dibangun pada 2015 lalu oleh pemerintah pusat. Posisi dermaga yang baru dibangun ini berdekatan dengan bangunan Dermaga Hurung Batuah yang lama. Bedanya, dermaga lama merupakan bangunan pemerintah daerah berkonstruksi kayu ulin, sementara bangun dermaga baru oleh pemerintah pusat dengan konstruksi beton, besi dan baja. 

Meski pembangunan dermaga ini sudah usai sejak akhir 2015, namun tak kunjung dipergunakan sebagaimana mestinya. Seperti sebagai tempat persinggahan kelotok/kapal baik yang hendak muat atau bongkar barang maupun penumpang yang ingin menggunakan jasa kelotok terutama ke wilayah hilir Katingan, seperti Desa Asem Kumbang, Telaga dan lainnya. 

Belum dimanfaatkan Dermaga Hurung Batuah ini sangat disayangkan oleh sejumlah warga Kasongan dan sekitarnya, misalnya Setyabudi seorang tokoh warga Katingan.

"Kami sangat menyayangkan terkait pembangunan Dermaga Hurung Batuah itu oleh pemerintah pusat. Meski bangunannya megah berkonstruksi beton dan besi tapi nyatanya sampai sekarang kan belum dimanfaatkan oleh warga terutama pengguna angkutan sungai," ujar Setyabudi, di Kasongan, Minggu (8/5/2016).

Menurut Setyabudi, anggaran dana bangunan Dermaga Hurung Batuah itu sesuai plang nama yang pernah ia lihat sebelumnya sebesar Rp3,6 miliiar.

"Anggaran pembangunan dermaga itu cukup besar yaitu mencapai Rp3,6 miliar, tapi manfaatnya tidak ada," katanya.

Bangunan dermaga ini, lanjut Setyabudi, sebenarnya cocok perairan laut. "Karena dermaganya kan cukup tinggi, sedangkan kendaraan yang sering melintasi Sungai Katingan ini kan kebanyakan kelotok kecil, sehingga saat kelotok menurunkan penumpang di dermaga itu tidak sampai, karena bangunan dermaganya cukup tinggi," katanya.

Yusnada, seorang petugas jaga di Dermaga Hurung Batuah Kasongan juga mengaku bingung dengan model bangunan dermaga yang ada.

"Selama ini kelotok, baik barang maupun penumpang, belum pernah yang menggunakan jasa Dermaga Hurung yang baru ini, sebab bangunannya cukup tinggi," ujarnya.

Setiap hari, sebutnya warga menggunakan dermaga yang lama untuk aktifitas bongkar muat itu.

"Seharusnya pihak konsultan saat hendak membangun dermaga ini dulu melihat situasi dan kondisinya, sebab dermaga yang ada itu kan seperti diperuntukkan kapal besar saja di laut, sedangkan di sini kan hanya sungai," imbuhnya. (ABDUL GOFUR/m)