BORNEONEWS, Palangka Raya - Dugaan terkait banyaknya peternak babi yang telah menjual ternaknya lantaran banyaknya stok daging babi, mencuat. Para pedagang daging babi di pasar-pasar tradisional mengaku senang karena tidak sulit mendapatkan daging babi untuk dijual. Tentu saja pembeli juga senang karena bisa mendapatkan daging babi dengan harga yang lebih murah dibanding sebelumnya.
"Iya, sejak Desember kemarin sudah turun harganya, dari Rp120.000 menjadi Rp100.000 per Kg," kata Betseba, seorang pedagang daging babi di Pasar PU, Palangka Raya pada Jumat, 12 Januari 2024.
Betseba menduga bahwa turunnya harga komoditi daging babi ini disebabkan sudah banyaknya peternak babi yang dapat menjual hasil ternaknya pasca kejatuhan ternak babi akibat penyakit ASF beberapa tahun belakangan.
"Sepertinya sudah banyak peternak yang jual babi ya, jadi harganya bisa turun. Semoga suplainya aman terus sehingga harganya juga bisa terjangkau masyarakat seperti sekarang ini," harapnya.
Karena jika stok ternak babi kembali sulit, lanjut Betseba, maka bukan tidak mungkin harga daging babi akan naik kembali seperti semula atau malah lebih tinggi.
--page
"Kalau babinya langka ya harganya jadi naik lagi kan, ini bisa turun harga karena babinya juga banyak," tuturnya.
Pantauan Borneonews banyak masyarakat Kota Palangka Raya yang datang berbelanja aneka potongan babi mulai dari daging babi, jeroan, kaki, kepala, hingga aneka olahan seperti wadai babi, pundang babi atau babi asin, dan lainnya.
Pasar tradisional yang terletak di kawasan pinggiran Sungai Kahayan ini memang digandrungi masyarakat lantaran menjual aneka bahan makanan khas Dayak seperti babi, kura-kura, labi-labi, kelelawar, serta aneka ikan sungai khas perairan Kalimantan. (TESTI PRISCILLA/Y)









