BORNEONEWS, Kasongan - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Kabupaten Katingan mengeluarkan pernyataan sikap berupa kecaman terhadap Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang.
"Sangat disayangkan jika ada seorang pejabat publik salah satu pimpinan KPK yakni Sdr. Saut Situmorang yang tidak mengerti sejarah panjang perjalanan dan pengabdian Himpunan Mahasiswa Islam terhadap pembangunan bangsa Indonesia. Untuk itu sebaiknya Sdr. Saut Situmorang kembali belajar tentang sejarah Republik Indonesia dan sejarah pergerakan kemahasiswaan dan pemuda," ujar Ketua HMI Komisariat Katingan Maulana Kawit dalam rilisnya yang disampaikan ke Borneonews, di Kasongan, Minggu (8/5/2016).
Penyataan Saut Situmorang dengan sangat tendensius mengatakan bahwa “mereka orang-orang cerdas ketika mahasiswa, kalau di HMI minimal LK I, tetapi ketika menjadi pejabat mereka korup dan sangat jahat”.
"Kami menilai pernyataan tersebut sangat tendensius terhadahap HMI, terlebih lagi pernyataan Saut tersebut dilontarkan didepan media massa, dimana seluruh masyarakat Indonesia dapat melihat dan mendengar secara langsung, sehingga pernyataan tersebut sangat merugikan dan mendiskreditkan organisasi Himpunan Mahasiswa Islam," tegas Maulana.
Untuk itu, kata dia HMI Komisariat Katingan mengecam keras pernyataan tersebut.
"Kami menganggap bahwa pernyataan tersebut tidak pantas disampaikan oleh seorang pimpinan KPK, untuk itu kami meminta dewan penasihat, komite Etik KPK, dan Komisi III DPR RI untuk meninjau kembali kelayakan dan integritas Saut Situmorang sebagai pimpinan KPK," katanya.
Mengingat kasus tersebut menyangkut marwah organisasi dan seluruh kader HMI, hal tersebut dapat terlihat dalam petisi yang dirilis di portal petisionline.net. meskipun baru dirilis Jumat (6/5) siang, hingga pukul 21.00 Wib Jumat malam, petisi online tersebut telah turut ditandatangan hampir 4 ribuan orang.
Menurut mahasiswa Universitas Muhammadiyah Palangkaraya Kampus II Kasongan ini, sejarah besar bangsa Indonesia tidak terlepas dari peran Himpunan Mahasiswa Islam.
Sejak kelahirannya pada tanggal 5 februari 1947, HMI sudah menyatakan sikap untuk memegang teguh komitmen keumatan dan kebangsaan. HMI selalu hadir pada setiap perjalanan bangsa Indonesia mulai dari mempertahankan kemerdakaan Negara kesatuan Republik Indonesia, melawan PKI hingga tumbuhnya orde baru, serta lahirnya reformasi.
Kontribusi HMI terhadap Bangsa Indonesia tidak hanya dengan gerakan-gerakan ekstra parlementer, namun juga memberikan pengabdian terhadap pembangunan bangsa Indonesia dengan mendistribusikan kader-kader terbaiknya untuk memberikan pengabdian pada seluruh bidang pengabdian baik di dunia sosial, akademisi, birokrat, teknokrat, praktisi maupun politisi. (ABDUL GOFUR/m)








