BORNEONEWS, Sampit - Setelah beberapa bulan lalu Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Kotawaringin timur (Kotim) bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satlpol PP) melakukan razia terhadap gepeng dan anak punk. Kini keberadaan mereka kembali mulai marak, bahkan mengamen dan minta-minta terhadap warga juga masih dilakukan.
Para gepeng dan anak punk itu banyak terlihat di sejumlah tempat keramaian, di antaranya adalah di Taman Kota Sampit. Sejumlah anak punk masih terlihat mengamen terhadap warga yang datang ke tempat bersantai itu. Selain itu, ada juga terlihat pengemis yang terkadang sedikit memaksa saat meminta-minta.
“Ia masih banyak anak punk dan pengemis yang berkeliaran di sekitar Taman Kota ini, dan mereka terkesan memaksa, karena saat dibilang lewat saja, mereka tetap menunggu,” ungkap Iman Hafiz Azhari, Minggu (8/5/2016).
Biasanya anak punk tersebut mulai keluar pada malam hari. Namun kali ini mereka sering terlihat di pagi hari. pada saat banyak warga membeli makanan di sekitar taman tersebut. Selain itu, kebanyakan dari para anak punk ini adalah wajah lama, dan sudah sering tertangkap razia. Namun mereka tetap tidak jera, dan tetap melakukan aktivitas tersebut.
Menyikapi hal tersebut, Kasat Pol PP Rihel mengatakan, pihaknya sudah sering melakukan operasi untuk merazia pengemis dan anak punk. Bahkan bagi yang terjaring juga kami berikan pembinaan. Namun mereka masih saja kembali lagi ke jalan.
“Sudah sering kami lakukan razia, bahkan sekitar sebulan lalu kami juga beroperasi. Namun tetap saja mereka ngeyel,” ungkap Rihel.
Walaupun kenyataan di lapangan sangat susah untuk menghilangkan pengemis dan anak punk di daerah ini. Tetapi tetap saja mereka berjanji akan terus meningkatkan razia tersebut. Sehingga keluhan warga selama ini bisa hilang, tanpa ada pengemis dan anak punk tersebut.
Meski demikian menurut Rihel, keberadaan para pengemis dan anak punk itu seharusnya ditangani secara khusus, termasuk dengan keberadaan suatu lembaga yang peduli pada pemberdayaan mereka. Dengan adanya lembaga khusus ini diharapkan pengemis dan anak-anak punk yang terjaring razia, dapat dibina dan diarahkan lebih baik karena adanya pendampingan. Namun baik di Dinsosnakertrans atau Pol PP hingga saat ini belum memiliki tempat tersebut. (M HAMIM/m)


